• Home
  • Pelalawan
  • Limbah RAPP Cemari Sungai, WALHI : Ini Unsur Kelalaian dan Kesengajaan bisa Dipidanakan

Limbah RAPP Cemari Sungai, WALHI : Ini Unsur Kelalaian dan Kesengajaan bisa Dipidanakan

Kamis, 22 Maret 2018 | 09:36
foto : istimewa
Riko Kurniawan, Direktur Eksekutif WALHI Riau
PELALAWAN, RIAUGREEN.COM - Terkait ditemukannya ribuan ikan Sungai Kampar yang mati di kanal pembuangan limbah Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Riko Kurniawan, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup ( WALHI) Riau, Angkat Bicara.

Riko mengatakan bahwa WALHI Pernah melaporkan perusahaan bubur kertas terbesar di Asia tersebut untuk kasus serupa, Riko menuturkan bahwa matinya ribuan ikan Sungai Kampar di kanal limbah RAPP merupakan unsur kesengajaan dan kelalaian.

"Bagi WALHI ini adalah unsur kelalaian dan kesengajaan, ketika ada krisis energi yang menyebabkan limbah tidak bisa diolah lantas kemudian dibuang ke sungai itu merupakan tindakan sengaja merusak lingkungan dan itu bisa dipidanakan," ujar Riko.

Kalau pengelolaan limbahnya baik, sambung Riko tentu ikan - ikan Sungai Kampar tidak mati.

"Nah kalau ikan mati artinya limbah pabrik RAPP tidak diolah, yang harus kita sikapi itu kejadian terus menerus yang berdampak pada Desa Sering itu, nah pencemaran limbah RAPP yang berulang - ulang ini kita dorong hingga sampai ke penegak hukum, biar pengadilan yang memutuskan benar atau salah," pungkasnya. (angga) 

Loading...
BERITA LAINNYA
RAPP Raih Indonesia Sustainable Business Awards
Jumat, 11 Januari 2019 | 15:45
Bupati Harris Sambut Kunjungan Kabinda Riau
Jumat, 04 Januari 2019 | 13:28
Kasus Curat dan Korupsi di Pelalawan Menurun
Kamis, 03 Januari 2019 | 16:45
Visi 2016-2021, Inovasi Menuju Pelalawan Emas
Jumat, 28 Desember 2018 | 13:51
BERIKAN KOMENTAR
Top