• Home
  • Pelalawan
  • Tidak Berdayakan Masyarakat Tempatan, GP3 Akan Demo RAPP

Tidak Berdayakan Masyarakat Tempatan, GP3 Akan Demo RAPP

Rabu, 08 November 2017 | 09:07
PELALAWAN, RIAUGREEN.COM - Oktober lalu merupakan bulan yang sangat menegangkan bagi masyarakat Kabupaten Pelalawan, sebab Perusahaan Riau Andalan Pulp dan Paper (RAPP) yang ada di Negeri Amanah itu sempat mengancam akan merumahkan ribuan Pekerjanya, tentunya perekonomian di daerah tersebut akan sulit untuk bergerak.

Namun beruntung belakangan ancaman dari pabrik bubur kertas terbesar di Asia Tenggara itu tidak jadi menjalankan niat tersebut dan perekonomian tetap berjalan seperti biasanya, hal ini terjadi juga berkat adanya aksi yang dilakukan oleh puluhan ribu karyawan di Gubernuran dan DPRD Provinsi Riau.

Disisi lain, dengan keluar nya surat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait penggunaan lahan gambut yang ada di sejumlah Kabupaten di Riau oleh RAPP, ternyata menyulut sejumlah Aktivis untuk turun ke jalan, dengan mengatas namakan Gerakan Pemuda Peduli Pelalawan (GP3), dimana sejumlah mantan mahasiswa ini menginginkan RAPP untuk menjalankan kewajiban nya sebagai perusahaan yang beroperasi di Negeri Seiya Semata itu.

Kepada sejumlah wartawan, Koordinator GP3, Juhendri yang didampingi Eri Anggara sebagai Koordinator lapangan mengatakan bahwa tuntutan yang dilayangkan kepada PT RAPP tersebut tidak muluk-muluk, melainkan meminta hak yang seharusnya di penuhi oleh anak perusahaan APRIL itu kepada masyarakat tempatan.

Salah satu tuntutan yang sangat didesak dan diinginkan oleh GP3 terhadap PT RAPP yakni pendistribusian Hutan Tanaman Kehidupan yang seharusnya dinikmati oleh masyarakat tempatan, apalagi belakangan berembus kabar masyarakat yang menerima fee dari Hutan Tanaman Kehidupan tersebut belum seberapa.

"Jika kita kaji lebih dalam, sangat banyak kewajiban RAPP yang tidak mereka tunaikan, mulai dari Tanaman Kehidupan hingga penerimaan karyawan perusahaan untuk warga tempatan, begitu juga dengan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang ada di RAPP tidak dilaporkan secara jujur kepada pemerintah daerah," tegas Juhendri.

Rencana untuk melakukan aksi oleh GP3 ini, Juhendri menyebutkan sempat mendapat tanggapan dari pihak perusahaan, dimana RAPP mengajak untuk duduk bersama dan menyelesaikan permasalahan dan kendala yang sedang dialami, namun dalam beberapa kali pertemuan yang juga dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat dan anggota DPRD Pelalawan itu belum bisa menemui titik terang.

"Kita sudah beberapa kali melakukan perundingan dengan Perusahaan RAPP, tapi kita belum mendapatkan titik temu, diantaranya tentang fee tanaman kehidupan dan kewajiban penerimaan masyarakat tempatan sebagai karyawan, selama ini memang banyak yang bekerja di RAPP, namun kebanyakan outsourcing, jadi tidak masuk dalam hitungan kita," paparnya.(Rls)


BERITA LAINNYA
Pemuda Ini Embat 22 Tandan Sawit Milik Perusahaan
Sabtu, 18 November 2017 | 11:05
BERIKAN KOMENTAR
Top