• Home
  • Pelalawan
  • Panen Raya Padi di Pelalawan, Menteri Pertanian Beri Bantuan Traktor

Panen Raya Padi di Pelalawan, Menteri Pertanian Beri Bantuan Traktor

Jumat, 17 Februari 2017 | 18:15
foto : angga
Mentan, Arman Sulaiman, Gubernur Riau, Arsyad Juliandi Rahman, Bupati Pelalawan, HM Harris. Saat meninjau Panen Raya Padi di Desa Sungai Upih, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan, Riau.
PELALAWAN, RIAUGREEN.COM - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman hadiri Panen raya padi di desa sungai upih, kelurahan teluk dalam, Kecamatan kuala Kampar Kabupaten Pelalawan Riau, selain Menteri Pertanian turut hadir, Gubernur Riau, Arsyad Juliandi  Rahman beserta Kapolda Riau dan Pangdam Bukit Barisan, Jumat (17/2/2017).

Dari lahan seluas 7000 hektar yang dijadikan lahan persawahan, setidaknya hampir sebanyak 6000 hektar yang berhasil dipanen. 

Bahkan Mentan, Amran Sulaiman, meminta kepada Gubernur Riau untuk memperluas lahan persawahan menjadi 50.000 hektar, sehingga Riau bisa menyiapkan komoditas ekspor beras. 

"Saya memberanikan diri membuat kebijakan tidak ada lagi impor, ternyata Pelalawan dengan hasil dari sektor persawahan di Kuala Kampar ini, membuktikan bahwa kita mampu, kita punya pangsa pasar, tinggal kita tunjukkan, dengan semangat, kerja, kerja, kerja," ujar Amran.

Sebelum bertolak ke teknopolitan di Langgam, Mentan, Amran Sulaiman menyempatkan diri berinteraksi dengan petani setempat dan mendengar keluhan-keluhan petani, akhirnya Mentan menyatakan akan memberikan bantuan infrastruktur sebanyak 10 traktor dan 5 pompa air.

"Saya akan bantu 10 mesin traktor besar dan 5 pompa air, saya akan upayakan secepatnya, dalam 2 minggu bantuan tersebut sudah tiba di Pelalawan," tukas Amran.

Sementara Bupati Pelalawan, HM Harris, kepada RiauGreen.com mengatakan, bahwa perlu berbagai macam upaya dan kerja keras untuk meyakinkan Mentan agar datang ke Pelalawan.

"Dahulunya di Kuala Kampar ini daerah yang sama sekali tidak mengenal beras, dan tergolong daerah miskin atau tertinggal, sejak terpisah dari Kabupaten Kampar, karena sektor pertanian di Kecamatan Kuala Kampar ini hanya Kelapa kopra," terangnya.

Sambung Harris, "Nah saat ini kita bisa membuktikan bahwa dengan kemauan dan kerja keras, kita bisa meningkatkan kualitas perekonomian, kita tidak punya anggaran untuk infrastruktur seperti traktor, jadi bagaimanapun caranya saya harus memutar otak pak, dengan mengajak Mentan berkunjung ke Kuala Kampar. Berbagai upaya saya lakukan demi meyakinkan Mentan agar datang ke Kuala Kampar ini, kalau Mentan datang melihat hasil kerja keras kita, tentu apa yang menjadi kendala di sektor persawahan ini akan diberikan jalan keluar, seperti tadi, Mentan sudah bantu 10 unit traktor dan 5 pompa air," papar Harris. (Angga)


BERITA LAINNYA
Pemuda Ini Embat 22 Tandan Sawit Milik Perusahaan
Sabtu, 18 November 2017 | 11:05
BERIKAN KOMENTAR
Top