Gubri Merasa Aneh Saat Padamkan Karhutla

Senin, 16 September 2019 | 16:13
mcr
PEKANBARU, RIAUGREEN.COM -  Gubernur Riau Syamsuar usai melakukan peninjauan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di daerah Kerumutan dan Langgam, Pelalawan mengaku merasakan ada yang aneh.

Menurut Gubri, dititik peninjauan bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian tersebut justru udaranya bersih, tidak gelap seperti di Pekanbaru.

"Ada yang aneh tadi waktu ninjau tadi bersih, tak seperti di sini gelap," kata Gubri, Minggu (15/9/19).

Menurut orang nomor satu di Riau ini, perbedaan itu jelas saat di udara, ketika bertolak dari lokasi ke Pekanbaru. Asap tebal yang menyelimuti Pekanbaru jelas terlihat.

Meski begitu, mantan Bupati Siak ini kemudian mendapatkan penjelasan dari laporan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) bahwa kebetulan faktor angin. Asap yang dihasilkan dari titik Karhutla ini bergerak membawa ke Pekanbaru.

"Dari pernyataan BMKG tadi, karena faktor angin. Katanya dari laporan yang disampaikan, anginnya bergerak ke Pekanbaru. Nah di Pekanbaru justru anginnya bergerak lambat," ungkap Syamsuar.

Adapun alasan peninjauan di dua titik di Kabupaten Pelalawan tersebut, karena di lokasi ini terdapat 109 titik sumur minyak. Hal ini tentunya menjadi perhatian jangan sampai ada hal tak diinginkan berakibat patal.

Selain pemadaman dari jalur udara, tim darat juga terus di-standby-kan untuk memaksimalkan pemadaman Karhutla.

"Tadi meninjau Kerumutan, ada lokasi kebakaran di sana. Tapi satu titik saja lagi (api), pasukan darat juga tetap standbykan.

Kenapa ditinjau disitu, karena ada berdekatan dengan sumur-sumur minyak. Disana ada 109 sumur minyak," ungkap Gubri. (MCR)

Loading...
BERITA LAINNYA
Pemko Pekanbaru Bentuk Tim Gesa Pembangunan KIT
Senin, 14 Oktober 2019 | 11:48
Dishub Pekanbaru Siapkan Jalur Truk Tonase Besar
Senin, 14 Oktober 2019 | 11:40
BMKG: Beberapa Hotspot Masih Terpantau di Sumatra
Senin, 14 Oktober 2019 | 11:30
BERIKAN KOMENTAR
Top