• Home
  • Pekanbaru
  • Salat Istisqa Bersama Pemprov Riau Berjalan Khusuk

Salat Istisqa Bersama Pemprov Riau Berjalan Khusuk

Rabu, 11 September 2019 | 10:44
mcr
PEKANBARU, RIAUGREEN.COM - Pelaksanaan Salat Istisqa di halaman Kantor Gubernur Riau Rabu (11/9) pagi ini berjalan khusuk. Adapun bertindak sebagai Imam adalah Ketua MUI Riau Nazir Karim. Sementara bertindak khatib adalah ustaz Saidul Amin.

Salat bermakna bermunajat meminta hujan kepada sang pencipta Allah SWT ini dihadiri Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Afrizal Natar Nasution, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Uung Abdul Syakur, Danrem 031/WB Brigjen TNI Muhammad Fadjar.

Kemudian hadir juga para pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau termasuk TNI/Polri. Sementara Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar tak terlihat pada pelaksanaan Salat Istisqa ini.

Khatib Saidul Amin, mengingatkan banjir besar yang meland pada zaman Nabi Nuh, waktu itu bukan kerusakan alam akibat pembalakan liar. Karena hutan masih hijau. Tetapi karena umat Nabi Nuh waktu itu ingkar kepada Allah SWT.

Selain itu, pada zaman Nabi Luth, terjadi gempa besar hingga membenamkan umat Nabi Luth saat itu yang menyenangi praktek homoseksual.

Begitu juga pada zaman Nabi Saleh, timbul asap tebal yang menggulung umatnya, bukan karena adanya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Sebab saat itu hutan masih 'perawan'. Tetapi tidak lain, karena Allah sudah murka atas prilaku umat Nabi Saleh yang ingkar.

"Melalui Salat Istisqa ini, hendaknya menjadi momen untuk kembali mengintropeksi diri masing-masing, tanpa terkecuali. Baik pejabat maupun masyarakat," ujar Amin.

Lalu bagaimana dengan kabut asap akibat Karhutla yang terjadi saat ini. Menurut Ustadz Saidul Amin, karena keserakahan tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan seperti membuka lahan dengan cara membakar.

Namun Amin mengingatkan, kemurkaan Allah bisa jadi karena adanya ketidakadilan dalam penanganan hukum. Karena ketika Ada masyarakat kecil yang dianggap melanggar hukum, cepat ditindak. Sementara perusahaan besar justu penegak hukum tutup mata.

"Selain itu, dampak kabut asap yang saat ini terjadi tidak juga sangat mungkin karena Allah murka karena banyaknya kemaksiatan yang terjadi saat ini," pungkasnya. (MCR)

Loading...
BERITA LAINNYA
Masjid Paripurna Program Prioritas Bagian Kesra .
Rabu, 20 November 2019 | 22:59
Satpol PP Pekanbaru Tertibkan Rumah Liar
Rabu, 20 November 2019 | 22:58
DPP Hentikan Operasi 33 Pangkalan Gas
Rabu, 20 November 2019 | 22:57
Pelepasan Tim Kolaborasi Monitoring Sosial Audit
Rabu, 20 November 2019 | 22:56
Perda Tidak Kejar Kuantitas, Tapi Kualitas
Selasa, 19 November 2019 | 13:16
BERIKAN KOMENTAR
Top