• Home
  • Pekanbaru
  • Dibawa dari Bengkalis, 8 Kg Sabu Berhasil Digagalkan Polda Riau

Dibawa dari Bengkalis, 8 Kg Sabu Berhasil Digagalkan Polda Riau

Kamis, 21 Februari 2019 | 15:29
PEKANBARU, RIAUGREEN.COM - Dir Narkoba Polda Riau menggelar konfrensi Pers penangkapan pelaku narkoba, Kamis (21/2/2019) pagi tadi di Kantor Ditresnarkoba Polda Riau di Jalan Prambanan Pekanbaru.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kasubbid PID Bid Humas Polda Riau, secara langsung di jelaskan oleh Diresnarkoba dan Wadir Resnarkoba kronologis penangkapan terhadap pelaku. Dihadapan media Wadir Resnarkoba AKBP Andri. S. SIK.,MH menjelaskan kronologi penangkapan pelaku.

Bahwa berdasarkan informasi adanya transaksi narkoba jenis sabu di daerah Bengkalis yang berasal dari perairan Pambang pada hari Senin (18/2/2019) sekitar pukul 02.00 Wib, ucap Wadir yang memimpin langsung penangkapan tersebut.

Lanjutnya, Sekira pukul 11.00 wib di jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (JL. Buatan -Siak) tim berhasil melakukan penghadangan terhadap kendaraan Mazda Double Cabin warna Silver yang dikendarai oleh dua orang laki-laki

Dan dilakukan penggeledahan pada jok belakang mobil ditemukan dua buah tas ransel warna biru merk Polo England dan tas ransel warna hitam merk Polo masing-masing berisi 5 bungkus dan 3 bungkus yang di duga Narkotika jenis Sabu.

Kedua pelaku yang berhasil diamankan dengan inisial MZ (23) warga Jl. Lobak Kel Tabe Gadang Kec Tampan dan PS (26) warga Jl. Lintas Timur Rt 01/ Rw 01 Ds Sidomulyo Kec Lirik Kab Inhu.

Barang bukti yang berhasil diamankan 8 bungkus di duga sabu dalam kemasan teh china bertuliskan GUANYINWANG dengan berat 8 KG, 2 buah Tas Merk Polo, 2 dua unit HP merk Oppo dan Samsung dan 1 unit mobil Mazda double cabin warna silver No Pol BM 9431 TH.

Selanjutnya kedua tersnagka di bawa ke Ditresnarkoba Polda Riau guna dilakukan penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Kedua tersangka di kenakan Pasal 114 ayat (2) Jo pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau paling lama 20 Tahun dengan denda 1 milyar. (hum)

Loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top