• Home
  • Pekanbaru
  • Terkait Kepemilikan 37 Kg Sabu dan 75 Ribu Butir Ekstasi, Mantan Sipir Lapas Bengkalis dan 2 Rekannya Dibekuk Polda Riau

Terkait Kepemilikan 37 Kg Sabu dan 75 Ribu Butir Ekstasi, Mantan Sipir Lapas Bengkalis dan 2 Rekannya Dibekuk Polda Riau

Rabu, 16 Januari 2019 | 12:49
Ilustrasi
PEKANBARU, RIAUGREEN.COM - Tiga orang pelaku, yang diduga mengedarkan narkoba, berhasil diamankan tim gabungan Direktirat Polair dan Direkrorat Reserse Narkoba Polda Riau.

Ketiga pelaku ialah, SC, SD dan MA. Selain pelaku, turut diamankan narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 37 kilogram, 75 ribu butir ekstasi, dan 10 ribu butir pil Happy Five (H-5).

Pria berinisial SC dibekuk tim gabungan dari Direktorat Polair dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau. Mantan Sipir Lapas Bengkalis tersebut dibekuk bersama dua orang lainnya, berinisial SD dan MA. Penangkapan tiga orang pelaku sampai ke Probolinggo, Jawa Timur.

"Seperti yang sudah diketahui bersama, penangkapan ketiga pelaku, merupakan hasil pengembangan dari narkoba yang ditemukan di perairan sungai Kembung, Kabupaten Bengkalis. Saat itu, tim gabungan Polair Pilda Riau temukan narkoba didalam pompong yang tidak bertuan," kata Direktur Polair Polda Riau Kombes Heri Wiyanto, Rabu (16/1/2019), saat konferensi pers di halaman Polda Riau.

Saat itu, kapal pompong pelaku kehabisan bensin, sudah diperiksa pertama kali, tapi tidak ditemukan yang mencurigakan. Awak kapal pada saat itu sempat pamit kepada tim Polair untuk mencari bensin ke darat, sudah lama ditunggu, tidak kunjung datang.

"Kami meminta warga sekitar untuk menyaksikan penggeledahan lebih detail. Ditemukanlah barang haram tersebut. Setelah itu kami lakukan pengejaran terhadap pelaku yang sempat kabur ke Bandung, Lembang dan Bali," jelasnya.

Setelah melakukan pengejaran yang cukup panjang, akhirnya tim gabungan berhasil mengamankan lima pelaku, tapi saat dilakukan pemeriksaan, tiga orang ditetapkan menjadi tersangka.

"Selain ketiganya, kita juga sedang mengejar dua orang lagi berinisial RZ dan IW. Mereka sudah ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang). Jadi ini memang pengejaran yang cukup panjang melibatkan tim gabungan bersama Ditnarkoba Polda Riau, hasil profilling," pungkas Kombes Heri. (rlc)

Loading...
BERITA LAINNYA
Gubri Sampaikan Nota Keuangan Perubahan 2019
Kamis, 22 Agustus 2019 | 20:49
APBD-P 2019, Desa Dapat Rp 200 Juta
Kamis, 22 Agustus 2019 | 20:48
BERIKAN KOMENTAR
Top