• Home
  • Pekanbaru
  • Solusi Petani Sawit Saat Replanting, BPTP Riau Beri Bimtek Pengembangan Padi Gogo

Solusi Petani Sawit Saat Replanting, BPTP Riau Beri Bimtek Pengembangan Padi Gogo

Senin, 15 Oktober 2018 | 09:41
BPTP Riau sebagai UPT Kementerian Pertanian melaksanakan kegiatan kajian pengembangan tanaman padi gogo yang dikenal dengan Largo Super di sela tanaman kelapa sawit yang berlokasi di desa Dayun, Kec. Dayun, Kab. Siak yang telah di panen dengan hasil ubinan panen 4-4,5 per hektar.
PEKANBARU, RIAUGREEN.COM - Pemerintah provinsi Riau pada tahun 2018 memulai peremajaan kebun sawit (replanting) rakyat seluas 25.423 hektar. 

Delapan kabupaten yang melaksanakan program replanting yaitu Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Siak, Pelalawan, Kuantan Sengingi, Indragiri Hulu, dan Bengkalis. 

Peremajaan Sawit Rakyat di Provinsi Riau sudah sangat mendesak. Sebab, total luas lahan kelapa sawit rakyat di Provinsi Riau yang mencapai 1,58 juta hektar pada umumnya merupakan kebun tua. 

Kebun sawit itu ditanam pada sekitar tahun 1980-an melalui Program Perkebunan Inti Rakyat-Transmigrasi (PIR-Trans), sehingga produktivitas dan kualitasnya menjadi rendah.

Untuk memberikan solusi supaya petani kelapa sawit masih tetap mempunyai penghasilan, Kementerian Pertanian telah meluncurkan beberapa program diantaranya penanaman padi gogo, jagung, atau kedelai di lahan replanting. 

Oleh karena itu BPTP Riau sebagai UPT Kementerian Pertanian  melaksanakan kegiatan kajian pengembangan tanaman padi gogo yang dikenal dengan Largo Super di sela tanaman kelapa sawit yang berlokasi di desa Dayun, Kec. Dayun, Kab. Siak yang telah di panen dengan hasil ubinan panen 4-4,5 per hektar.

Menindaklanjuti kegiatan tersebut, maka BPTP Riau menggelar bimbingan teknis kepada petani/kelompok tani di sekitar demplot largo super untuk dapat dicontoh dan diterapkan pada lahan perkebunan di Kab. Siak yang sedang memasuki masa replanting.

 "Disamping penerapan teknologi, kekompakan Kelompok Tani Setia Rukun menjadi kunci sukses dalam melaksanakan pengkajian largo super ini," arahan Dahono, SP, M.Si mewakili Kepala BPTP Riau dalam sambutannya. 

Harapan BPTP Riau, demplot largo super dapat dicontoh dan diterapkan di lahan perkebunan kelapa sawit di Kec. Siak seluas 109 hektar yang saat ini sudah memasuki masa replanting.

Hadir pada kegiatan ini, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Kab Siak (Suwandi, SP), Perwakilan kecamatan Dayun, Kepala Desa/Penghulu Kampung Teluk Marbau, KTNA, PPL Kec. Dayun, Perangkat Desa, dan Petani di Kec. Dayun.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Suwandi menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPTP Riau yang sudah melaksanakan Kajian Largo Super di Kec. Dayun dan semoga bisa di contoh oleh petani/kelompok tani lain yang sedang melakukan replanting guna memperoleh pendapatan sebelum tanaman kelapa sawit dapat menghasilkan buah.

Selain itu hadir pula Peneliti BPTP Riau sebagai narasumber yakni Drs. Empersi, M.Si (Peremajaan Sawit dan Intercroping di Lahan Perkebunan), Jakoni, SP., MP (Sosialisasi Hasil Kajian Pengembangan Largo Super Pada Lahan Perkebunan Mendukung Swasembada Pangan Di Provinsi Riau), dan Dahono, SP., M.Si (Teknologi Budidaya Padi Gogo di Tanaman Sela dengan Tanaman Sawit).

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan tanam jagung perdana di Desa Teluk Merbau Kec. Dayun Kab. Siak menggunakan Alat Tanam Jagung dan Kedelai (ATJK-500). (r1)

Loading...
BERITA LAINNYA
265 Pelamar CPNS Pemko Pekanbaru Dinyatakan Gugur
Selasa, 13 November 2018 | 16:38
1.757 Pelanggar Lalu Lintas Di Pekanbaru Ditilang
Selasa, 13 November 2018 | 15:37
Di Riau, Suzuki Mobil Kuasai Market Share 10,28%
Jumat, 09 November 2018 | 12:39
BERIKAN KOMENTAR
Top