• Home
  • Pekanbaru
  • 2021 Chevron Berakhir, Pertamina Diminta Ambil Alih Kelola Blok Rokan

2021 Chevron Berakhir, Pertamina Diminta Ambil Alih Kelola Blok Rokan

Kamis, 12 April 2018 | 15:36
PEKANBARU, RIAUGREEN.COM - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) adakan seminar nasional untuk mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni Pertamina untuk mengambil alih dalam pengelolaan Blok Rokan setelah kontrak selesai pada tahun 2021.

Seminar tersebut mengangkat tema "Blok Rokan sebagai bagian strategis untuk kedaulatan energi Migas". Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh pengamat migas Marwan Batubara, Presiden KSPMI Faisai Yusra, Kepala Dinas ESDM Riau, Pertamina, OKP, LSM, tokoh masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi BEM UR.

Sementara Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Noviandri, Rabu (11/4/2018) di Hotel Pangeran, kedepan Blok Rokan agar diambil alih dalam hal pengelolaannya oleh Pertamina guna meningkatkan ketahanan energi Indonesia dikarnakan blok terminasi seperti Blok Mahakam sudah selesai masa kontraknya.

Dalam seminar ini FSPPB mencoba mengedukasi semua pihak bagaimana pentingnya menjaga ketahanan energi kedepan yang kini kondisinya masih diangka 15 persen dan sangat rentan. 
   
"Noviandri menambahkan, dengan kondisi ketahanan energi Indonesia yang rawan ini maka sudah waktunya blok-blok pengelolaan yang selama ini dikuasai asing dan memasuki terminasi harus diambil alih dan diserahkan kepada Pertamina selaku BUMN.  

Pada dasarnya kita mendorong dalam membangun kesepakatan dan komitmen bagaiman blok yang akan terminasi bisa dialihkan pengelolaannya kepada BUMN. Seperti yang sudah dalukan sebelum-sebelumnya terhadap Blok Mahakam dan sebagainya. 

Jika blok Mahakam tersebut dapat kita kelolah, saya rasa  manfaatnya akan jauh lebih besar apabila sumberdaya alam migas ini dikelola oleh anak bangsa melalui BUMN," ujar Noviandri.

Pengelolaan blok Mahakam ini bukan semata keinginan dari Pertamina, akan tetapi semua elemen serta pihak, pemerintah daerah, legislatif, tokoh dan sebagainya turut mendukung seandainya blok tersebut dikelola oleh anak bangsa.

Kalau kita lihat SDM kita sudah ada dan tidak perlu diragukannlagi karenasudah ada Pertamina dan bangsa ini yang memiliki kemampuan, Ia bahkan optimis mampu  meraih ini, karena sudah dibuktikan dengan  yang punya resiko tinggi saja seperti Blok Mahakam Pertamina mampu menjalankan, apalagi ini Blok Rokan justru tidak sebesar resiko Mahakam. 

Sementara itu Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies ( IRESS) Marwan Batubara menyatakan seminar yang memberikan pemahaman tentang ketahanan energi nasional seperti ini harus sering dilakukan agar memberikan kesadaran dan pemahaman kepada semua pihak betapa pentingnya kedaulatan energi. 
   
Karena itu Indonesia harus punya BUMN yang berdaulat, agar jangan mahasiswa salah mendemo tidak mengorbankan BUMN jika ada kebijakan pemerintah yang salah.
   
"Kita mengharapkan paling tidak ketahanan energi kita itu meningkat diangka 50 persen, sehingga memberikan keyakin kita terhadap ancaman negara lain serta Indonesia bisa mandiri dalam penyediaan energi untuk masyarakat," ujarnya. 
   
Kita juga perlu membesarkan BUMN karena kalau mereka besar maka ketahanan energi semakin kuat terhadap semua akses. 

"Makanya tidak ada alasan Blok Rokan diperpanjang, diambil alih saja oleh Pemerintah soalnya kita sudah punya kemampuan terbukti Blok Mahakam. (yo)

BERITA LAINNYA
BNPB Kirim Satu Unit Heli MI-171 ke Riau
Jumat, 20 Juli 2018 | 10:21
Buruh Chevron Riau Demo Ancam Mogok Kerja
Kamis, 19 Juli 2018 | 15:33
Kontingen SOIna Riau Resmi Dikukuhkan Gubri
Kamis, 19 Juli 2018 | 14:00
Bulan Depan Tatib DPRD Riau Sudah Disahkan
Rabu, 18 Juli 2018 | 12:01
BERIKAN KOMENTAR
Top