• Home
  • Pekanbaru
  • JICA Sosialisasi HAKI, Martin Ginting: Supaya Bangsa Kita Dihargai di Tingkat Internasional

JICA Sosialisasi HAKI, Martin Ginting: Supaya Bangsa Kita Dihargai di Tingkat Internasional

Rabu, 21 Maret 2018 | 21:06
Martin Ginting Humas PN Pekanbaru
PEKANBARU, RIAUGREEN.COM - Japan International Cooperation Agency (JICA) bersama Mahkamah Agung adakan pelatihan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (21/3/2018) siang.

Kegiatan pelatihan akan digelar selama dua hari dengan menghadirkan pemateri dari Hakim Tinggi Jepang dan Jaksa Tinggi dari Jepang dengan didampingi dua orang Kepala Pengadilan Negri dari Pekanbaru dan Medan yang sebelumnya secara intensif telah mengikut pelatihan perlindungan hak cipta di Negeri Sakura Jepang.

Pelatihan HAKI ini diselenggarakan untuk memberikan sebuah pemahaman serta pelatihan tentang Hak Kekayaan Intelektual dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan kekayaan atas intelektual.

Saat ditanya kepada salah seorang peserta pelatihan HAKI, Martin Ginting, mengatakan kepada riaugreen.com Pelatihan HAKI ini lebih kepada Pengadilan Negeri sebagai salah satu pelaksana atau penegakan hukum, karena melalui hakim akan menegakkan hukum dan UU hak cipta dan hak merek.

"Kalau kita lihat di negara yang tinggi peradabannya sudah susah masuk barang KW, Seperti negara Jepang untuk software KW saja kalau kita nyalakan di komputer akan ketahuan kalau itu software palsu dan tidak akan terdeteksi di komputer kita," ucapnya.

Martin Ginting Humas PN Pekanbaru ini menambahkan, Tujuan diadakannya pelatihan ini agar orang yang berkarya di negara ini dapat lebih kreatif dan dihargai hasil kerja kerasnya.

Sedangkan pembicara pada acara HAKI ini langsung didatangkan dari Jepang, Hakim Tinggi Jepang dan Ketua PN Riau serta ketua PN dari Medan.

Saat ini ada sebanyak 15 orang yang diutus ke Jepang untuk mengikuti pelatihan dan diharapkan bisa menjadi pelatih trainer di Indonesia. Nanti mereka yang akan melatih ke daerah-daerah, kalau saat  ini hanya latihan singkat saja. 

"Dengan adanya pelatihan ini Jaksa Agung tidak perlu lagi ikut pelatihan ke Jepang cukup utusan 15 orang saja yang akan menjadi pembicara dan akan melakukan pelatihan," ujar Humas PN.

Kenapa mesti bekerjasama dengan Jepang, karena saat ini barang Jepang lebih banyak beredar di Indonesia sehingga mereka perlu melindungi barang hasil ciptaan dari mereka yang ada di indonesia.

Adapun contoh kekayaan hak intelektual, barang eletronik seperti merek Samsung, Sony dan hak cipta saat ini banyak dipalsukan juga. Sedangkan manfaatnya bagi produsen akan terlindungi dan investor akan tertarik datang ke Indonesia, saat ini investor bahyak pergi karena mereka tidak mau investasi di Indonesia disebabkan barangnya banyak di duplikat, sehingga barang aslinya dia tidak laku di pasaran.

"Sebenarnya hak lindung itu sudah di jalankan disini tapi belum maksimal, banyak yang melakukan pelanggaran terhadap undang-undang hak cipta ini," ujar Martin Ginting.

Sedangkan UU sudah banyak dan sudah beberapa kali di revisi, tapi sebaik apapun UU kalau org yang melaksakan tidak punya komitment tinggi maka tidak ada gunanya UU tersebut.

Harapannya kepada masyarakat, mari kita menghargai hak karya dan hak cipta supaya bangsa kita di hargai di tingkat internasional dan banyak generasi muda kita yang berinovasi, mereka memiliki keinginan untuk menciptakan, tutupnya. (Yo)

BERITA LAINNYA
BNPB Kirim Satu Unit Heli MI-171 ke Riau
Jumat, 20 Juli 2018 | 10:21
Buruh Chevron Riau Demo Ancam Mogok Kerja
Kamis, 19 Juli 2018 | 15:33
Kontingen SOIna Riau Resmi Dikukuhkan Gubri
Kamis, 19 Juli 2018 | 14:00
Bulan Depan Tatib DPRD Riau Sudah Disahkan
Rabu, 18 Juli 2018 | 12:01
BERIKAN KOMENTAR
Top