• Home
  • Pekanbaru
  • Plt Gubri Ajak Mahasiswa di Riau Rapat Bersama Bahas Kelangkaan BBM dan Mahalnya Pertalite

Plt Gubri Ajak Mahasiswa di Riau Rapat Bersama Bahas Kelangkaan BBM dan Mahalnya Pertalite

Rabu, 14 Maret 2018 | 14:12
PEKANBARU, RIAUGREEN.COM - Rapat pembenahan terkait distribusi dan alokasi Bahan Bakar (BBM) premium dan pertalite yang digelar di auditorium Gedung Lancang Kuning, Kantor Gubenur Riau mendapatkan perhatian serius dari kalangan mahasiswa yang turut diundang pada pertemuan tersebut.

Rapat yang langsung dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Wan Thamrin Hasim, juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Riau Sunaryo, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi, Komite BPH Migas Hendri Ahmad, Marketing Branch Manager Sumbar-Riau R Pramono Wibowo. Sementara dari kalangan mahasiswa yang hadir perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Riau.

Seperti BEM Universitas Riau (UR), Universitas Lancang Kuning (Unilak), Politeknik Caltex Riau (PCR), Universitas Abdurrab, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dan Universitas Islam Riau (UIR.

Presiden BEM UR Rinaldi misalnya, menekankan kepada para pengambil kebijakan baik dari pemerintah mau pun BPH Migas dan Pertamina agar masalah kelangkaan premium dan mahalnya pertalite agar segera dicarikan solusi kongkrit.

"Jaminan ketersediaan hadirnya kembali BBM jenis premium ditengah-tengah masyarakat serta diturunkannya harga pertalite tidak bisa ditawar-tawar lagi. Masyarakat sedang menunggu," kata Rinaldi, Selasa (13/3/18).

Ditengah sulitnya perekonomian ditambah mahalnya harga pertalite dan kelangkaan premium, papar Rinaldi lagi justru semakin masyarakat menjerit. Rinaldi pun menegaskan, dua persoalan pokok tersebut harus ada kepastian penyelesaiannya.

"Kami cuma minta BBM jenis premium bisa hadir kembali ditengah-tengah masyarakat. Kemudian turunkan harga pertalite," tegas Rinaldi.

Sementara Plt Gubri memberikan dukungan soal harapan para mahasiswa agar ketersediaan dan jaminan harga bisa kembali normal seperti dulunya. Mantan Bupati Rokan Hilir ini juga berharap, kelangkaan BBM jenis premium ke depannya tidak lagi terjadi.

Meski begitu, Wan Thamrin juga mengingatkan ditahun politik yang kebetulan bertepat dengan agenda Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) tidak dijadikan isu yang sengaja diciptakan untuk kepentingan tertentu.

Karena menurutnya, oleh pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini bisa saja dibumbui terlebih dahulu, lalu sengaja dilempar ke publik.

"Ini jadi sasaran empuk yang digiring, digoreng dan sudah menembak ke mana-mana. Walau pun Masyarakat tak mau tahu soal perhitungan pasokan BBM ada masalah," ujar Wan.

Karena itu menurut Wan lagi, persoalan ini khususnya Pertamina selaku pihak yang berwenang dalam mengatur pendistibusian BBM, agar segera mencarikan solusi.

Semakin lama persoalan ini diselesaikan, maka selama itu pula keresahan dimasyarakat terjadi. Pada hal, jika kembali dilihat Riau sebagai penyumbang minyak terbesar di Indonesia ini, menjadi ironi sekali.

"Riau ini penyumbang terbesar minyak di Indonesia. Tapi Riau justru minyaknya langka, khususnya premium," ujar Wan.

Sementara itu, Marketing Branch Manager Sumbar-Riau R Pramono Wibowo berjanji akan selalu menjaga dan memenuhi kebutuhan BBM dalam menghadapi momen Pilkada di Riau.

Ada pun soal kenaikan harga khususnya BBM jenis pertalite, dijelaskannya awalnya 2015 pertalite dibuat dengan harga yang sangat rendah, sampai pada tahun 2016-2017, perkembangan volume pertalite yang besar.

Sehingga harga turut naik sampai pada tahun 2018 kenaikan harga pertalite terus bertambah yang disebabkan oleh adanya kenaikan harga minyak dunia yang mengalami kenaikan cukup besar dan penetapan pajak daerah sebesar 10 persen.

Sebagai catatan tambahan, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang kini sedang menjalani masa cuti Pilkada, sebelumnya sudah merespon apa yabg sudah menjadi keluhan masyarakat perihal kelangkaan dan tingginya harga pertalite.

Saat masih aktif menjadi Gubernur Riau, dirinya sudah berupaya membicarakan persoalan itu kepada Pertamina dan BP Migas agar ketersediaan BBM semua jenis, tetap tersedia. (mcr)

BERITA LAINNYA
Amankan Pilpres, Polda Riau Kerahkan 6000 Personil
Sabtu, 22 September 2018 | 11:09
Pemprov Riau Bahas Konflik Nelayan antar Provinsi
Kamis, 20 September 2018 | 15:07
BERIKAN KOMENTAR
Top