• Home
  • Pekanbaru
  • Meski Belasan Tahun Menanti, Akhirnya Rumah Sakit Madani Diresmikan Walikota Pekanbaru

Meski Belasan Tahun Menanti, Akhirnya Rumah Sakit Madani Diresmikan Walikota Pekanbaru

Jumat, 09 Februari 2018 | 21:22
Walikota Pekanbaru Firdaus ST, MT secara langsung meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Madani Pekanbaru, Jumat (26/1/2018) yang terletak di Jalan Garuda Sakti, Panam, Pekanbaru.
PEKANBARU, RIAUGREEN.COM - Walaupun menunggu sekian lama akhirnya Walikota Pekanbaru Firdaus ST, MT secara langsung meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Madani Pekanbaru, Jumat (26/1/2018) yang terletak di Jalan Garuda Sakti, Panam, Pekanbaru.

Pelaksanaan soft opening Rumah Sakit Madani ini, tampak dihadiri Forkompinda Pemerintah Kota Pekanbaru, Tokoh Masyarakat, Tokoh Ulama, dan masyarakat Pekanbaru.

Sebelumnya terdengar isu Pemko Pekanbaru berencana akan meresmikannya RSUD Madani lebih awal tepatnya pada 27 Desember 2017 yang lalu. Namun dikarnakan finishing belum mencapai 100 persen akhirnya peresmiannya diundur.

RSUD Madani Salah satu rumah sakit kebanggan warga Pekanbaru tersebut sudah resmi beroperasi melayani masyatakat. Dalam peresmian tersebut dihadiri ratusan undangan yang memadati halaman RSUD Madani.

Kalau dilihat secara fisik boleh dikatakan sudah selesai, sudah mencapai 95 persen. Hanya saja beberapa yang belum selesai, seperti, kamar mayat, dapur umum, wastafel dan kloset. Untuk wastafel dan kloset nanti kita sediakan yang portable untuk sementara

Sementara itu Wali Kota Pekanbaru Firdaus berpesan agar pelayanan dasar masyarakat diberikan secara gratis.

"Kita akan gratiskan masyarakat Pekanbaru yang berobat ke RSUD Madani, khusnya untuk pelayanan dasar," ujarnya.

Walau belum tau hingga kapan masanya gratis, namun Firdaus berjanji setidaknya nanti akan di subsidi bagi beberapa pelayanan khusus .

Terkhusus bagi masyarakat yang tidak mampu, saudara kita yang miskin untuk dijemput langsung menggunakan ambulance. Harapannya dokter bisa langsung jemput pasien tersebut kerumahnya, yakni saudara kita kaum dhuafa.

"Jika ada pasien yang mengeluhkan pelayanan di Rumah Sakit Madani kurang memuaskan silahkan dilaporkan. Kami terima pengaduan tersebut," ungkapnya.

Saat Wali Kota meninjau ruangan gedung (A), ia melihat sudah banyak ruangan yang dapat difungsikan. Yakni, ruangan klinik anak, klinik bidan dan kandungan, klinik urologi, klinik penyakit dalam, klinik jantung, ruangan laboratorium IGD (Instalasi Gawat Darurat), dan ruangan bayi.

Plt Dinas Kesehatan Pekanbaru apresiasi Wali Kota.

Diwaktu yang berbeda, saat dikonfirmasi kepada Plt Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru, dr. Zaini Rizaldi S mengucapkan, Alhamdulillah, sejak tanggal 26 Januari 2018 lalu, rumah sakit yang diberi nama Rumah Sakit Daerah Madani (RSD Madani) ini sudah diresmikan oleh Wali Kota dan sudah bisa dioperasionalkan untuk melayani masyarakat Pekanbaru.

dr. Zaini mengatakan kepada riaugreen.com saat dijumpai di ruang kerjanya, Jalan Dahlia, Pekanbaru, Kamis (8/2/2018) dinihari. 

Ia mengapresiasi apa yang menjadi pencapaian kinerja Wali Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Firdaus, ST. MT yang sudah bertahun-tahun kita impikan ingin memiliki rumah sakit daerah akhirnya terwujud juga.

Sejauh ini sarana dan prasarananya memang belum mencapai 100 persen begitu juga dengan jumlah pegawai baru berjumlah 91 orang. Mengenai tenaga kesehatan, perawat, Dokter, tenaga adminstrasi dan sebagainya akan disipakan sebanyak 70 orang. 

Mereka berasal dari Diskes, Puskesmas dan OPD lainnya. Dalam melengkapi berbagai kekurangan ini, tentu tidak bisa sepenuhnya menggunakan dana anggaran APBD Kota Pekanbaru, tentu akan mengajukan bantuan dari provinsi dan pusat.

"Sebelum melakukan pengusulan, terlebih dahulu kita memang harus meregistrasi ke pusat dan registrasi ini bisa diterima apabila rumah sakitnya sudah beroperaional. Pusat juga tidak bisa memberi bantuan sepenuhnya, tentu perlu dikoordinasikan lagi dengan pemerintah Provinsi Riau agar semua yang dibutuhkan bisa terpenuhi," tuturnya panjang lebar.

"Alkesya memang sudah ada yang kita beli sebahagian termasuk ambulance juga sudah tersedia, jadi untuk tahap awal biaya operasionalnya dianggarkan sebesar Rp3 miliar.

Sedangkan untuk kebutuhan seperti obat - obatan, alat USG sendiri masih menggunakan alat dari Diskes, Puskesmas dan Poliklinik untuk sementara.

Zaini menambahkan, Untuk mengajukan proposal ke pusat yang mana anggarannya setelah kita lakukan pendataan sesuai kebutuhan pemenuhan perlengkapan medis dan kelanjutan bangunannya lebih kurang akan menelan dana sekitar 125 Miliar Rupiah.

Pada awal periode kepemimpinan Firdaus ini kemaren, sudah diwacanakan untuk membangun rumah sakit, namun baru terealisasi di awal periode kedua kepemimpinannya tepat pada tanggal 26 Januari lalu.

Tentu ini menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan yang diraih oleh Wali Kota Pekanbaru untuk meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya masyarakat pekanbaru dan pada umumnya masyarakat Riau.

"Harapannya, semoga pada tahun ini semua kebutuhan medis dan kesiapan bangunannya sudah bisa terpenuhi, apalagi saat ini sudah ada beberapa masyarakat yang datang untuk berobat," kata dia sembari menutup pembicaraan.

Sementara pengoperasian RSUD tidak akan semegah yang diharapkan. Intinya bisa melayani masyarakat dengan kondisi minimal. 

"Pak Wali berpesan yang penting Rumah Sakit dapat berjalan dulu walaupun belum maksimal. (Advertorial/yo)

BERITA LAINNYA
Gubri Serahkan Remisi di Lapas IIA Pekanbaru
Jumat, 17 Agustus 2018 | 14:59
BERIKAN KOMENTAR
Top