• Home
  • Pekanbaru
  • Tak Hanya Membunuh, Tio Juga Gasak Harta Milik Neneknya

Tak Hanya Membunuh, Tio Juga Gasak Harta Milik Neneknya

Sabtu, 14 Oktober 2017 | 13:49
Pelaku dan pacarnya saat diringkus
PEKANBARU, RIAUGREEN.COM - Ternyata tidak hanya ada kisah tentang anak durhaka, tetapi kini bertambah dengan cucu durhaka. Itulah yang dilakukan Tio Winarto (19), warga Jalan Raja Panjang, Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru tersebut ditangkap di Nagoya City, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (13/10/17) pagi karena membunuh nenek kandungnya, Hajjah Tiamah (70) pada 4 Oktober 2017 lalu.

Sebagai cucu, Tio teramat biadab. Tidak sekedar membunuh nenek yang selama ini merawat dan memberinya tempat tinggal, tapi juga mengubur jenazah neneknya di dalam kamar tidur. Pembunuhan sadis ini terungkap setelah paman pelaku mencari ibunya pada 8 Otkober 2017 karena sudah 4 hari tidak kehilahatan dan rumahnya selalu dikunci. Akhirnya Edi Siswato yang merupakan paman pelaku menemukan jenazah ibunya dikubur di dalam kamar.

Kecurigaan terhadap Tio langsung muncul, sebab sejak Hajjah Tiamah tidak terlihat, dia juga menghilang. Dan kecurigaan tersebut terbukti setelah Tio berhasil ditangkap aparat dari Polsek Rumbai Pesisir dibantu personil Polresta Pekanbaru yang melakukan pengejaran ke Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Tio ditangkap saat sedang sarapan bersama pacarnya, Viky Tiara (23) di sebuah warung di Nagoya City Center Blok A No. 1 A Batam kemarin, Jumat (13/10/17) sekitar pukul 08.30 WIB. Saat ini Tio dan pacarnya sudah berada di Mapolresta Pekanbaru untuk menjalani proses hukum atas tindak pidana yang dilakukannya.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto mengungkapkan, bahwa untuk sementara pembunuhan terhadap Hajjah Tiamah berfotif sakit hakit. Pelaku marah karena sering disuruh korban cari kerja. Diomelin karena terus menganggur.

"Pelaku ini pengangguran. Jadi sering disuruh korban cari pekerjaan. Ucapan korban ini ternyata membuat pelaku sakit hati dan melakukan pembunuhan terhadap neneknya sendiri," tuturnya saat melakukan ekspos penangkapan Tio dan pacarnya yang baru datang dari Batam, Sabtu (14/10/17).

Usai mengahabisi nyawa neneknya dan mengubur jasadnya di dalam kamar, Tio lantas mencuri sejumlah perhiasan korba dan beberapa harta benda. Barang curian tersebut lantas dijual. Uangnya uang membeli sabu dan juga untuk ongkos melarikan diri ke Batam.

Dijelaskan Susanto, untuk kasus pembunuhan terhadap Hajjah Tiamah, pelakunya tunggal. Hanya Tio. Sementara pacarnya diamankan karena memberi tumpangan pada pelaku saat melarikan diri usai membunuh neneknya.

"Untuk pacar pelaku, kita masih dalami apakah ada perannya dalam kasus pembunuhan ini. Paling tidak, dia bisa dijerat pasal membantu pelarian atau menyebunyikan pelaku tindak pidana," tutur Kapolresta.

Untuk Tio Winarto ia dijerat dengan pasal 340 jo pasal 338 ayat 3 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman paling lama seumur hidup. (*)


Source: riauterkini.com

BERITA LAINNYA
Gubri Bakal Ganti Kepala OPD Tak Loyal dengan Plt
Sabtu, 18 November 2017 | 11:25
Riau Bakal Deklarasi Sebagai Pusat Zapin
Sabtu, 18 November 2017 | 11:23
Kadishub Pekanbaru Terancam Diberi Sanksi
Kamis, 16 November 2017 | 15:50
Bupati Rohul Suparman Segera Diberhentikan Mendagri
Kamis, 16 November 2017 | 15:35
PK Dikabulkan, Rusli Zainal Segera Bebas?
Rabu, 15 November 2017 | 22:08
BERIKAN KOMENTAR
Top