• Home
  • Pekanbaru
  • Sainteknopark Sagu Bawa Riau Raih Anugerah Iptek 2017

Sainteknopark Sagu Bawa Riau Raih Anugerah Iptek 2017

Jumat, 11 Agustus 2017 | 14:19
Gubri H Arsyadjuliandi Rachman didsampingi Kepala Balitbang Arbaini meninjau stand Provinsi Riau saat hadiri Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke 22 tahun 2017 di Makassar
PEKANBARU, RIAUGREEN.COM - Dinilai berhasil dalam inovasi Sainteknopark pengembangan sagu dan turunannya di sejumlah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berhasil meraih peringkat ketiga nasional Anugerah Iptek 2017 kategori Budhipura dari Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti).

Menristekdikti Muhammad Nasir menyerahkan langsung anugerah tersebut kepada Arbaini, MT, Kepala Balitbang Provinsi Riau mewakili Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman pada acara peringatan ke 22 Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) di Makasar, Sulawesi Selatan, Kamis, (10/8/2017).

Pada perhelatan yang sama, gubernur juga menerima pataka dari Menristekdikti M Nasir sebagai tanda Riau menjadi tuan rumah Hakteknas ke 23 pada 2018 mendatang.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengucapkan syukur Alhamdulillah atas anugerah dan kepercayaan ini.  Menurutnya ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah pusat atas capaian dan inovasi yang dilakukan Pemprov Riau selama ini. Terutama dalam mengembangkan Science Techno Park (STP) di Riau dalam bidang sagu.

"Saya berharap anugerah ini bisa menjadi motivasi dan pijakan bagi seluruh jajaran Pemprov Riau untuk saling bersinergi dalam mengembangkan sagu dan turunannya. Ini salah satu potensi dan keunggulan Riau. Karena wilayah pesisir kita luas dan sagu tumbuh subur di sana," ujarnya.

Penghargaan Budhipura yang dimulai sejak tahun 2012 merupakan anugerah tahunan dari Kemenristekdikti dan diberikan kepada pemerintah provinsi yang secara signifikan memberikan perhatian serius kepada pengembangan kelembagaan, sumberdaya dan jaringan iptek. Sehingga menjadi lokomotif pembangunan di daerahnya.

Sebelum mendapatkan anugerah ini, Riau bersama empat nominator lainnya yakni Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera  Utara harus melewati sejumlah rangkaian tahapan penilaian.

Salah satu rangkaian yang harus dilalui yakni saat Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman langsung memaparkan dan mempresentasikan inovasi iptek yang telah dan sedang dilakukan oleh Pemprov Riau dihadapan para juri di Kemenristekdikti.

"Kita mempersentasekan terkait sagu dan pengembangannya. Begitu juga dengan pembinaan bagi pelaku mulai dari petani hingga pengusaha sagu di kabupaten dan kota," ujar

Sagu bisa menjadi pengganti makanan pokok. Produksi sagu terbesar di Riau berada di beberapa kabupaten seperti Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Bengkalis dan beberapa daerah lainnya.

Selain itu juga, Gubernur Riau konsisten menjaga kesinambungan terhadap karya iptek dan inovasi serta pembinaan kabupaten dan kota.

Riau berhasil meraih peringkat tiga besar setelah Jawa Barat (rangking 1) dan Sumatera Selatan (ranking 2).
Riau lebih unggul dari Sumatera Utara diperingkat 4 dan Lampung peringkat 5.

STP Riau sendiri merupakan wadah untuk mencetak para pengusaha yang berbasis teknologi untuk menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi dan mampu bersaing dan memasuki pasar domestik dan mancanegara.  Jadi teknologi dan inovasi yang dihasilkan dari kegiatan penelitian dikemas pada STP yang pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian wilayah.

STP Riau dengan bidang fokus pada pengolahan sagu, kelapa, ikan dan nenas untuk akan mencetak para pengusaha pemula berbasis teknologi dalam bidang tadi.

Hal yang digembleng untuk para pengusaha pemula tersebut terkait dengan  penguasaan teknologi, peralatan produksi, pengetahuan pasar,  uji produk yang dihasilkan oleh tenant.

Waktu yang dibutuhkan bagi pengusaha pemula berbasis teknolgi (PPBT) di STP kurang lebih selama tiga tahun. Selama waktu tersebut akan ada pelatihan, pemagangan, pengusasaan teknologi, pengenalan pasar terhadap produk yang telah dihasilkan. Serta dibuka akses terhadap sumber dana dan  pasar yang lebih luas. (mc/rg)

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top