• Home
  • Pekanbaru
  • Jimly Asshiddiqie: Bahasa Melayu Merupakan Sejarah Persatuan Bangsa Indonesia

Jimly Asshiddiqie: Bahasa Melayu Merupakan Sejarah Persatuan Bangsa Indonesia

Minggu, 22 Mei 2016 | 13:17
Ketua DKPP RI Prof. Dr.H. Jimly Asshiddiqie, SH melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat Riau.
PEKANBARU, RIAUGREEN.COM - Ketua DKPP RI Prof. Dr.H. Jimly Asshiddiqie, SH melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat Riau. Pertemuan ini mengangkat tema : " Kebangkitan Nasional dan Demokrasi di Taja Oleh Pemerintah Provinsi Riau dan KPU Daerah Riau," di Balai Pauh Janggi, Pekanbaru, Sabtu ( 21/5/2016 ).

Jimly Asshiddiqie menyampaikan, "Tanah melayu ini tanah tumpah darah Indonesia karena Indonesia adalah tanah melayu. Karena melayu berperan besar memperjuangkan bangkitnya Indonesia dan bahasa melayu pula lah yang mempersatukan semua suku bahasa di Indonesia.

Semua kita yang ada di Indonesia ini pada prinsipnya adalah melayu karena melayu ini merupakan karakter bagi kita, bangsa Indonesia. Kita jaga melayu ini sebagai modal sosiologis bangsa kita," ujarnya kepada Riaugreen.com

"Bagaimana pun melayu harus diperkuat dan yang perlu kita perkuat ini adalah salah satunya Riau ini. Kita perlu koordinatornya yang tepat menurut saya, jadi pusat koordinator budaya melayu adalah Riau ini yang bisa menjaga dan memperkuat budaya melayu.

Forum LAM sangat penting sekali dalam hal ini untuk mewujudkan pariwisata berbasis budaya maka ciptakan dan kembangkan seni budaya Indonesia khususnya Riau untuk menarik perhatian pengungjung ke Riau ini," jelasnya lagi.

Arsyadjuliandi Rachman, Plt Gubernur Riau menyampaikan, "Kami di Riau berkomitmen dalam mengembangkan empat sungai di Riau untuk membangun Pariwisata Berbasis Budaya. Kita selalu berkoordinasi kepada tiap kabupaten dalam mempersiapkannya.

Kita akan bangun Siak sebagai kota heritage, disini juga masih banyak lagi peninggalan dan budaya yang bisa di bangun kembali. Selain kelapa sawit kita juga punya sagu dan kelapa yang bisa kita kembangkan dan promosikan," jelas Plt Gubri.

Ketua harian LAM Riau sebagai perwakilan Tokoh masyrakat menyampaikan, "Kita akan mengembangkan budaya di Riau agar menjadi kunjungan orang ke Riau. Dan yang paling berat adalah mempersiapkan masyarakatnya dalam mempersiap diri dan ikut serta untuk menjadikan Riau menjadi pusat melayu.

Mari kita bergandengan tangan, memberi ide dan sama-sama bekerja dalam menjadikan Riau sebagai pusat pariwisata berbasis budaya. Kita perlu berpadu dalam menjaga budaya melayu agar kemunculan budaya asing bisa kita bendung.

Kita hari ini susah mencari kampung yang tidak terkena bala narkoba karena di kampung-kampung sudah masuk hingga pelosok. Jadi bukan hanya tantangan pariwisata berbasis budaya saja namun tantangan peradaban dan malapetaka Narkoba yang harus kita hadapi," tutupnya. (FR)

BERITA LAINNYA
21 Pejabat Eselon III dan IV Bakal Dimutasi
Kamis, 14 Desember 2017 | 13:27
Tahun Ini, 482 ASN di Riau Masuki Masa Pensiun
Rabu, 13 Desember 2017 | 12:57
BERIKAN KOMENTAR
Top