• Home
  • Nasional
  • Terancam Ditutup Permanen, Tempat Karaoke Nekat Buka Saat PPKM

Terancam Ditutup Permanen, Tempat Karaoke Nekat Buka Saat PPKM

Rabu, 13 Januari 2021 | 10:21
Istimewa
Razia tempat karaoke di Surabaya
RIAUGREEN.COM - Sebuah tempat karaoke di Surabaya nekat buka saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Rekreasi hiburan umum (RHU) itu terancam ditutup permanen.

Pada Selasa (12/1) sekitar pukul 21.30 WIB, tim gabungan Satpol PP Provinsi Jawa Timur, TNI dan Polda Jatim menyasar RHU Arjuna Karaoke yang berada di Jalan Arjuno. Petugas sempat dikelabui oleh pihak pengelola. Tempat karaoke itu seolah-olah tutup, padahal di dalam masih ada aktivitas, dari pantauan detikcom.

Kecurigaan soal tempat karaoke itu buka, berawal saat petugas mengamankan seorang pria yang seolah-olah menjadi juru parkir. Namun setelah diamankan, ternyata orang tersebut membawa handy talky dan handphone. Setelah diinterogasi petugas, pintu tempat karaoke itu coba dibuka namun terkunci dari dalam.

Hampir satu jam petugas menunggu di depan pintu tempat karaoke tersebut. Akhirnya dibuka dari dalam. Setelah dicek di lobi, ada petugas kasir. Setiap ruangan diperiksa dan ditemukan bekas minuman dan beberapa gelas yang baru saja dipakai.

Di ruangan selanjutnya, asap rokok masih mengepul dan ada beberapa pengunjung yang tidur-tiduran di atas sofa. Petugas yang tidak ambil pusing langsung menyita identitas mereka.

Di lantai dua yang berbentuk hall, lampunya mati. Setelah dinyalakan ada beberapa pemandu lagu (PL) yang pura-pura tidur. Mereka kemudian diminta turun dan didata. Sedangkan tangga lantai satu menuju ke lantai dua oleh petugas diberi Satpol PP line.

"Ini dalam rangka PPKM, kita menertibkan hiburan-hiburan malam. Kalau selevel Arjuna ini, RHU yang harus tutup sebenarnya. Tidak hanya tutup di era PPKM. Ini kita coba proses untuk menjadi permanen," kata Kepala Satpol PP Jatim, Budi Santosa kepada wartawan usai razia di Jalan Arjuno, Rabu (13/1/2021).

Budi juga mengungkapkan, saat masuk ke dalam Arjuna karaoke tidak menemukan disinfektan. Selain itu tidak ada satgas yang dibentuk oleh pengelola.

"Tidak ada disinfektan. Juga tidak ada satgas di dalam, agar pengunjung mematuhi protokol kesehatan," ungkap Budi.

Dalam razia itu, lebih dari sepuluh orang pengunjung dan pemandu lagu serta pegawai dilakukan penyitaan KTP, untuk dilakukan proses tipiring. "Untuk pengelola kita sita KTP-Nya, ada sanksi tertentu untuk pengelola, melihat dari pada jenis usahanya," imbuhnya.

Budi menambahkan, pihaknya ke depan akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata, Satpol PP Kota Surabaya dan Polrestabes Surabaya, terkait RHU yang masih buka di saat PPKM.

"Bagaimana hal-hal ini harus ditutup. Seperti yang kita lakukan pada Hollywings, Gosadera, Rasa Sayang itu harus tutup itu, karena masuk RHU. Tidak hanya waktu PPKM ini saja, tapi waktu PSBB harus tutup itu, ternyata sampai sekarang masih buka," ungkap Budi.

Menurut Budi, saat petugas gabungan menggelar razia di lokasi-lokasi tersebut, tidak ada jaga jarak dan menimbulkan kerumuman. "Karena di dalam jaga jaraknya sudah tidak ada. Menimbulkan satu kerumunan," pungkas Budi.(detik.com)

Loading...
BERITA LAINNYA
Listyo Sigit Prabowo Resmi Dilantik Jadi Kapolri
Rabu, 27 Januari 2021 | 16:17
Satu Keluarga Tewas Keracunan Asap Genset
Rabu, 27 Januari 2021 | 16:05
BERIKAN KOMENTAR
Top