Sejarah, Tokoh, Isi, dan Makna Sumpah Pemuda

Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:39
detikcom
Pradita Utama/Sejarah, Tokoh, Isi, dan Makna Sumpah Pemuda
RIAUGREEN.COM - Sejarah Sumpah Pemuda berawal dari Kongres Pemuda Kedua yang berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI). PPPI adalah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh indonesia.

Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat sehingga terjadilah Sumpah Pemuda.

Dikutip dari situs Museum Sumpah Pemuda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), disebutkan, rapat pertama digelar pada 27 Oktober 1928 di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng, Jakarta. Dalam sambutannya, tokoh pemuda Soegondo Djodjopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda.

Kemudian acara dilanjutkan dengan uraian tokoh pemuda, Moehammad Jamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat kedua dilakukan di Gedung Oost-Java Bioscoop, Jakarta, pada Minggu 28 Oktober 1928. Rapat ini membahas masalah pendidikan.

Kedua pembicara dari tokoh pemuda yakni Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, sependapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Rapat ketiga, pada sesi berikutnya di Gedung Indonesische Clubhuis Kramat, Jakarta, pada tanggal 28 Oktober 1928, tokoh pemuda Soenario Sastrowardojo menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan tokoh pemuda Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional.

Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu Indonesia Raya karya Wage Rudolf Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia. Kini Sumpah Setia itu disebut Sumpah Pemuda.

Berikut isi Sumpah Pemuda:
Pertama:
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia
Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe
Tanah Indonesia

Kedua:
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia
Mengakoe berbangsa jang satoe
Bangsa Indonesia

Ketiga
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia
Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean
Bahasa Indonesia

Kemudian setiap tanggal 28 Oktober mulai tahun 1959, ditetapkan Hari Sumpah Pemuda sebagai hari nasional. Nah sebagai generasi muda, Sumpah Pemuda harus dimaknai dengan mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda.

Contoh pengamalan nilai-nilai Sumpah Pemuda yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti dikutip dari buku Makna Sumpah Pemuda Sri Sudarmiyatun, S.Pd, antara lain nilai kegotongroyongan, patriotisme, musyawarah, cinta tanah air, kekeluargaan, persatuan, kekeluargaan, cinta damai, dan tanggung jawab.(detik.com)

Loading...
BERITA LAINNYA
Buruh Gugat 12 Poin UU Cipta Kerja ke MK
Selasa, 24 November 2020 | 15:49
Naskah Khotbah Jumat Versi Kemenag Tak Wajib Dipakai
Selasa, 24 November 2020 | 15:48
Daftar Wilayah dengan Prediksi Cuaca Ekstrem BMKG
Senin, 23 November 2020 | 12:40
BERIKAN KOMENTAR
Top