• Home
  • Nasional
  • Buron 3 Tahun Kasus Penjiplakan Merek Antena TV Ditangkap di Surabaya

Buron 3 Tahun Kasus Penjiplakan Merek Antena TV Ditangkap di Surabaya

Sabtu, 26 September 2020 | 15:47
Istimewa
Lioenardi (jaket biru) ditangkap di Jalan Kalijudan
RIAUGREEN.COM - Seorang buron terpidana kasus penjiplakan merek antena TV Lauw Ing Lioe alias Lioenardi (46) ditangkap. Pria 46 tahun itu ditangkap oleh tim gabungan Kejagung, Kejati Jatim dan Kejari Sidoarjo.

Kasi Penkum Anggara Suryanagara mengatakan Lioenardi merupakan daftar pencarian orang (DPO) selama 3 tahun ini. Terpidana sendiri ditangkap Jumat (25/9) kemarin di kediamannya di Jalan Kalijudan Asri, Surabaya pukul 23.10 WIB.

"Tim Gabungan Intelijen dari Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Kejaksaan Negeri Sidoarjo berhasil mengamankan seorang terpidana dari Kejaksaan Negeri Sidoarjo yang telah menjadi buronon selama 3 tahun ini," terang Anggara dalam keterangan resminya, Sabtu (26/9/2020).

Anggara menjelaskan dalam kasusnya, Lioenardi telah divonis pidana penjara selama 1 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan. Dan hal itu juga didasarkan pada putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1356 K/Pid.Sus/2013 tanggal 17 Juni 2015.

"Dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan membuat, memakai, menjual dan mengedarkan barang yang diberi hak Desain Industri tanpa ijin pemilik sertifikat Desain industri (menjiplak merk antena TV)," jelas Anggara.

"Pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dan denda sebesar Rp 300 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti pidana kurungan selama 6 bulan," imbuhnya.

Usai ditangkap, lanjut Anggara, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kejari dan Polresta Sidoarjo untuk penahanan sementara waktu. Koordinasi itu dilakukan untuk pengurusan administrasi yang selanjutnya akan ditahan di Lapas Delta.

"Saat ini tim Kejari Sidoarjo sedang berkoordinasi dengan pihak Polresta Sidoarjo untuk sementara menempatkan terpidana di Rutan Polresta Sidoarjo sambil menunggu proses administrasi dan tes kesehatan (rapid test) selesai. Untuk selanjutnya dieksekusi ke Lapas Delta Sidoarjo," pungkas Anggara.(detik.com)

Loading...
BERITA LAINNYA
Meski Demo Kondusif Polisi Tangkap 182 Orang
Rabu, 21 Oktober 2020 | 12:29
DKI Siagakan 30 Ambulans, Antisipasi Demo Ricuh
Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:44
Sejarah, Tokoh, Isi, dan Makna Sumpah Pemuda
Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:39
BERIKAN KOMENTAR
Top