• Home
  • Nasional
  • Lonjakan Kasus Corona Indonesia Tembus 50 Ribu Selama Juli

Lonjakan Kasus Corona Indonesia Tembus 50 Ribu Selama Juli

Senin, 03 Agustus 2020 | 11:05
cnni
Ilustrasi tim medis khusus penanganan corona
RIAUGREEN,COM -- Jumlah kasus baru positif virus corona (Covid-19) di Indonesia tembus 51.991 kasus selama Juli 2020. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dari kasus Covid-19 pada Juni yakni 29.912 kasus.

Penambahan jumlah kasus per hari sepanjang Juli lalu rata-rata berada di angka lebih dari 1.000 kasus. Bahkan peningkatan pernah mencapai rekor tertinggi pada 9 Juli lalu, yakni dengan 2.657 kasus.

Penambahan ini juga meningkat jauh ketimbang Mei yakni 16.355 kasus dengan rata-rata penambahan masih di kisaran 400 hingga 700 kasus per hari.

Jika dihitung secara kumulatif, kasus Covid-19 hingga 31 Juli lalu mencapai 108.376. Jumlah ini meningkat pesat sejak dua kasus awal Covid-19 ditemukan awal Maret lalu di Indonesia.

Badan Intelijen Negara (BIN) pada April lalu telah memprediksi kasus Covid-19 di Indonesia akan mencapai lebih dari 106 ribu kasus pada akhir Juli. Ada delapan provinsi yang menjadi prioritas penanganan covid-19 yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Papua.

Sementara itu, angka kematian akibat Covid-19 sepanjang Juli juga meningkat. Tercatat penambahan angka kematian mencapai 2.255 orang. Jumlah ini meningkat ketimbang Juni yakni 1.263 orang dan Mei 821 orang.

Penambahan angka kematian rata-rata 60-80 orang per hari. Namun jumlahnya pernah mencapai 127 orang pada 19 Juli lalu. Hingga 31 Juli lalu, jumlah kumulatif kematian akibat Covid-19 telah mencapai 5.131 orang.

Meski demikian, jumlah orang sembuh juga meningkat sepanjang Juli yakni 41.101 orang. Jumlah ini naik lebih dari dua kali lipat ketimbang angka kesembuhan Juni yakni 17.498 orang.

Angka kesembuhan tertinggi terjadi pada 28 Juli lalu yang tembus 2.366 orang. Hingga 31 Juli 2020, jumlah kumulatif kesembuhan mencapai 64.292 orang.

Dilihat dari sebarannya, Jatim masih menjadi provinsi dengan jumlah kasus positif tertinggi. Hingga akhir Juli, kasusnya mencapai 22.089 kasus. Sementara Jakarta berada di posisi kedua dengan 21.399 kasus.

Jatim juga menjadi provinsi dengan angka kematian tertinggi yakni 1.698 orang. Sedangkan Jakarta 831 orang.

Presiden Joko Widodo sebelumnya telah memprediksi puncak kasus Covid-19 di Indonesia akan terjadi pada Agustus-September. Meski demikian, Jokowi terus mengampanyekan adaptasi kebiasaan baru dengan membolehkan warga beraktivitas.

Terbaru, mantan wali kota Solo itu juga membubarkan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19. Sebagai gantinya, ia membentuk Tim Penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.(CNNI)

Loading...
BERITA LAINNYA
37 Pegawai KPK Mundur Sepanjang 2020
Jumat, 25 September 2020 | 15:00
Bawaslu Pangandaran Desak Aturan Kampanye Direvisi
Rabu, 23 September 2020 | 15:15
BERIKAN KOMENTAR
Top