• Home
  • Nasional
  • Kemendikbud Berencana Beri Gelar D2 Bagi Lulusan SMK Tertentu

Kemendikbud Berencana Beri Gelar D2 Bagi Lulusan SMK Tertentu

Kamis, 02 April 2020 | 10:23
cnni
Ilustrasi
RIAUGREEN.COM -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana memberikan gelar Diploma 2 (D2) kepada lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun ajaran 2020/2021.

Direktur SMK Kemendikbud Bakrun mengatakan gelar bisa diberikan bagi siswa yang bersekolah selama empat tahun.

"Yang kita bimbing dulu SMK empat tahun sudah ada. Tapi belum ada pengakuannya. Maka dua tahun ini kita kembangkan lagi SMK program empat tahun," ujarnya yang dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (1/4).

Bakrun menjelaskan program sekolah empat tahun hanya bisa dilakukan bagi SMK yang bekerja sama dengan industri. Siswa di sekolah tersebut bisa memilih program tiga tahun atau empat tahun.

Pada program ini, lanjutnya, siswa diberikan kesempatan praktek lapangan selama satu tahun penuh di industri. Namun, hingga saat ini lulusan program empat tahun tetap mendapat gelar sebagaimana lulusan SMK lainnya.

Rencana pemberian gelar D2 ini, kata Bakrun, hanya bisa dilakukan oleh SMK yang bekerja sama dengan politeknik yang membuka program D4 MEMES.

Program D4 MEMES artinya lulusan politeknik bakal mendapat gelar Sarjana 1 Terapan, S2 Terapan sampai S3 Terapan.

"Dengan demikian Politeknik yang D4 MEMES itu bisa mengeluarkan ijazah D2 maupun D3. Maka karena yang punya hak mengeluarkan diploma politeknik. Maka sekolah harus kerjasama dengan politeknik," tutur Bakrun.

Perkara teknis lain, katanya, masih dalam pembahasan di level pusat. Namun, ia berharap kebijakan ini bisa ddimulai pada tahun ajaran baru.

Nantinya, seluruh lembaga pendidikan vokasi juga diwajibkan bermitra dengan industri. Kemitraan bisa dimanfaatkan untuk pendidikan dan pelatihan dosen, pembentukan kurikulum, akreditasi, program magang, pembagian sumber daya hingga penyerapan lulusan.

Kemendikbud, lanjutnya, ingin SMK fokus dalam pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM). Ini dimulai dari kualitas pengajar hingga keterampilan dan keahlian siswa sesuai kebutuhan sekarang.

"Nanti kita lihat ada beberapa yang dikembangkan, beberapa program keahlian yang jadi prioritas. Paling tidak ada empat, yaitu mesin, konstruksi, hospitality dan ekonomi kreatif," ujar Bakrun dalam konferensi video bersama jajaran SMK.(cnni)

Loading...
BERITA LAINNYA
KPK Bidik Mark Up Pengadaan Bansos
Kamis, 21 Mei 2020 | 00:06
BERIKAN KOMENTAR
Top