Paidi Eks Pemulung yang Jadi Miliarder

Rabu, 05 Februari 2020 | 12:08
detikcom
Paidi, Pembudidaya Tanaman Porang Kini Jadi Miliarder
RIAUGREEN,COM - Paidi kembali berbagi cerita kesuksesannya dalam membudidayakan tanaman porang. Mantan pemulung yang kini menjadi miliarder itu membagikan ilmu tanam porang kepada petani lainnya.

Tanaman porang merupakan jenis umbi-umbian yang dikenal dengan nama 'iles-iles'. Porang termasuk ke dalam spesies Amorphophallus muelleri. Tanaman porang juga dapat dimakan karena masih serumpun dengan suweg dan walur.

Tanaman porang menjadi incaran beberapa negara dan tanaman ini sudah diekspor hingga ke Jepang.

Paidi sebenarnya sudah menanam porang sejak hampir empat tahun lalu di Madiun. Pemasaran tanaman porang miliknya juga sudah sampai ke luar negeri hingga membuatnya menjadi miliarder.

Berikut seputar tanaman porang membuat mantan pemulung ini menjadi miliarder:

1. Manfaat Tanaman Porang

Tanaman porang dapat tumbuh pada jenis tanaman apa saja. Tanaman porang biasanya dimanfaatkan untuk kosmetik. Tak hanya itu, tanaman porang digunakan untuk tepung baku, kosmetik hingga pembuat lem.

2. Kisah Kesuksesan

Tanaman porang menjadi jalan mengubah nasib Paidi. Ia adalah seorang petani yang dulunya bekerja sebagai pemulung. Kini paidi berhasil mendulang kesuksesan dan menjadi miliarder setelah membudidayakan porang.

Dulu, salah seorang temannya mengenalkan tanaman porang yang memiliki nilai jual tinggi. Paidi pun mencari referensi di internet tentang kegunaan porang.

Kepada detikcom, Paidi bercerita, "Setelah jadi pemulung itu, selang berapa waktu ketemu teman se-panti asuhan, karena saya dulu mau sekolah masuk ke panti asuhan. Orang tua tidak mampu menyekolahkan. Setelah diperkenalkan sama teman itu, kemudian saya mencari referensi di internet. Dan setelah tahu kegunaan porang di internet, saya memutuskan bahwa saya harus menekuni bisnis ini."

3. Cara Budidaya Porang

Umumnya tanaman porang baru bisa dipanen dua hingga tiga tahun. Namun, Paidi mengubah pola menanam porang sehingga lebih cepat dipanen. Porang umumnya tumbuh liar di bawah naungan pohon lain, hal inilah yang membuat porang lama untuk bisa panen.

Paidi kemudian mencoba membudidayakan porang agar bisa dipanen lebih cepat. Setelah banyak dilakukan percobaan, ternyata tanaman porang ditanam di persawahan.

Kini Paidi bisa memanen 70 ton porang di satu hektare lahan. Paidi juga menanam dengan menggunakan umbi porang bukan biji 'katak' yang menempel pada daun sehingga masa panen dari yang tiga tahun bisa dipangkas enam bulan.

4. Berbagi Ilmu dengan Petani

Paidi memiliki petani binaan yang jumlahnya sudah lebih dari seribu. Para petani tidak hanya berasal dari Madiun, tetapi juga di luar pulau Jawa seperti Kalimantan dan Sumatra.

Para petani ditawari bekerjasama dengan PT Paidi Indo Porang. Perusahaan milik Paidi ini akan memberikan bibit kepada petani, namun petani harus menjual hasil panen ke perusahaannya.

5. Harga Tanaman Porang

Porang memiliki nilai ekspor yang cukup tinggi. Harga porang segar dijual Rp 4000 per Kg. Sedangkan untuk porang olahan yang siap diekspor harganya Rp 14000 per Kg.(detik.com)

Loading...
BERITA LAINNYA
37 Ribu TKI Pulang di Tengah Wabah Corona
Selasa, 07 April 2020 | 11:48
Kaki Harimau Corina Terancam Diamputasi
Selasa, 07 April 2020 | 11:46
Pemerintah Minta 64 Kampus Bantu Pulsa Mahasiswa
Selasa, 07 April 2020 | 11:40
Bayi 4 Bulan Dinyatakan Sembuh dari Corona
Selasa, 07 April 2020 | 11:32
BERIKAN KOMENTAR
Top