• Home
  • Nasional
  • Laporkan Kondisi Hari Ini di Natuna, Bupati, Ketua DPRD Datangi Menko Mahmud

Laporkan Kondisi Hari Ini di Natuna, Bupati, Ketua DPRD Datangi Menko Mahmud

Selasa, 04 Februari 2020 | 09:45
dok. Kemlu RI
Kedatangan 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China, sudah tiba di Batam.
RIAUGREEN.COM -Wakil Bupati Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Ngesti Yuni Suprapti, terbang ke Jakarta. Dia akan melaporkan kondisi terkini di Natuna di Kemenko Polhukam.

"Saya lagi di Kemenko Polhukam. Bahas kondisi di Natuna," kata Wabup Ngesti saat dihubungi, Selasa (4/2/2020).

Berdasarkan agenda kegiatan yang dibagikan pihak Kemenko Polhukam, rapat mengenai Natuna ini akan digelar pukul 08.00 WIB. Menko Polhukam Mahfud Md akan menerima Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, Wabup Ngesti, dan Ketua DPRD Natuna Andes Putra.

Menko Mahfud akan didampingi Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Kapolri Jenderal Idham Azis, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Diketahui, Indonesia baru saja mengevakuasi 238 warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China. Saat ini mereka tengah menjalani masa observasi di Natuna.

Hanya saja kehadiran mereka memicu protes dari warga Natuna. Warga Natuna tak terima atas keputusan pemerintah menjadikan wilayahnya sebagai lokasi observasi. Mereka menggelar aksi sejak Jumat (31/1).

Wabup Ngesti pernah meminta pemerintah pusat memberi penjelasan lengkap soal penanganan WNI dari Wuhan sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran. Warga sempat menggelar demo di Lanud Raden Sadjad, juga di kantor DPRD Natuna.

"Mereka (warga) juga tanda tanya karena yang disampaikan tidak bisa diterima masyarakat Natuna karena, bahasanya, Natuna ini penduduknya sedikit, apa harus cari penduduk. (Keputusan) ini masih ditentang masyarakat Natuna karena tidak realistislah dalam argumentasi. Maka kami ingin hari ini kami minta Menteri menyampaikan itu ke masyarakat," papar Ngesti saat dihubungi, Sabtu (1/2).

Pemerintah memastikan WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China, dalam kondisi sehat, tidak terinfeksi virus Corona. Prosedur pengamanan dilakukan ketat terhadap WNI yang pulang dari China.

"Mereka yang dipulangkan betul-betul sehat. Jika (mereka) tidak sehat, otoritas China pasti tidak mengizinkan. Pemeriksaan sebelum masuk pesawat dilakukan secara berlapis," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo saat dihubungi terpisah.

Pemberlakuan prosedur ketat bagi WNI dari Wuhan, China, ditegaskan Doni sebagai bentuk komitmen pemerintah memastikan semua warga terlindungi.

Terbaru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta warga Natuna, Kepulauan Riau berbesar hati soal lokasi observasi warga negara Indonesia (WNI) yang baru dievakuasi dari China. Jokowi menegaskan WNI yang kini berada di hanggar Lanud Raden Sadjad merupakan saudara sebangsa dan setanah air.

"Saya kira kita memerlukan kebesaran hati seluruh masyarakat Indonesia. Apa pun mereka adalah saudara-saudara kita," kata Jokowi di Desa Pasir Madang, Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2).(detik.com)

Loading...
BERITA LAINNYA
37 Ribu TKI Pulang di Tengah Wabah Corona
Selasa, 07 April 2020 | 11:48
Kaki Harimau Corina Terancam Diamputasi
Selasa, 07 April 2020 | 11:46
Pemerintah Minta 64 Kampus Bantu Pulsa Mahasiswa
Selasa, 07 April 2020 | 11:40
Bayi 4 Bulan Dinyatakan Sembuh dari Corona
Selasa, 07 April 2020 | 11:32
BERIKAN KOMENTAR
Top