• Home
  • Nasional
  • Begini Media Asing Nilai Debat Pertama Capres 2019

Begini Media Asing Nilai Debat Pertama Capres 2019

Sabtu, 19 Januari 2019 | 13:38
foto facebook.com/SandiSUno
RIAUGREEN.COM - Debat Calon Presiden 2019 putaran pertama yang digelar Kamis (17/1), rupanya juga ikut menarik perhatian dunia. Australia menjadi salah satu negara yang turut memberitakan acara tersebut tadi malam.

The Sydney Morning Herald, misalnya, menjadi salah satu media Australia yang memberitakan debat paling panas di Indonesia tahun ini. Sayangnya, debat itu dinilai cukup datar dan terkesan menghindari risiko.

"Pada debat putaran pertama itu, kedua calon presiden dan wakilnya tampak seperti robot saat memberikan jawaban. Mereka semua terlihat sengaja tak mau mengambil risiko untuk menundukkan lawan," tulis James Massola, kepala koresponden bidang politik di media The Sydney Morning Herald.

Berbeda dari debat pemilu 2014 yang lebih mengalir bebas, para peserta debat tahun ini sudah mendapat pertanyaan yang akan diajukan moderator sejak seminggu sebelumnya.

Komisi Pemilihan Indonesia berdalih agar para kandidat bisa memberikan jawaban substansif dan menginformasikan visi dan misinya dengan lebih baik kepada para pemilihnya.

Namun, hal itu justru membuat debat itu tampak sangat terancang. Media Australia ini menyoroti peran kedua calon wakil presiden, Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno, yang hanya memberikan jawaban yang tampak jelas sudah terlatih sebelumnya. Hal ini pun menjadi kurang mengesankan.

Dalam debat itu, perbedaan pendapat terjadi saat calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, menjanjikan gaji yang lebih tinggi untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk mengurangi korupsi. Hal itu langsung disanggah oleh calon presiden nomor urut 1, Joko Widodo, yang mengatakan gaji PNS tidaklah kurang, tetapi disediakan tunjangan insentif bagi yang memang berhak.

Sementara itu, kedua calon presiden dan wakilnya sama-sama sepakat tentang menghormati agama, etnis minoritas, dan disabilitas. Mereka semua juga berjanji akan mengatasi rumitnya birokrasi nasional dan daerah yang mempersulit bisnis di Indonesia. Meski begitu, tidak banyak rincian yang dipaparkan oleh kedua pihak.

Salah satu jawaban Ma'ruf Amin menyangkut isu terorisme dinilai cukup tajam. Ia menegaskan bahwa terorisme bukanlah jihad.

Menurut Massola, Joko Widodo lebih unggul dari lawannya, Prabowo Subianto. Pasalnya, pria yang kerap disapa Jokowi ini mampu dan sering memberikan pemaparan kebijakan yang lebih terperinci. Meski begitu, terkadang jawabannya terdengar terlalu teknis.

"Debat itu selesai tanpa ada ide-ide baru yang lebih besar. Selain itu, hampir tak ada pencerahan lebih pada kebijakan masing-masing kandidat," tambah James Massola.

[sumber:akurat.co]


Loading...
BERITA LAINNYA
Jenguk Ibu Ani, PM Singapura Panjatkan Doa
Jumat, 15 Februari 2019 | 15:46
Prabowo Terus Lakukan Simulasi Jelang Debat Kedua
Rabu, 13 Februari 2019 | 10:43
BERIKAN KOMENTAR
Top