• Home
  • Nasional
  • PSK Siswi SMA Ngaku Patok 'Tarif' Segini ke Wali Kota Saat digrebek

PSK Siswi SMA Ngaku Patok 'Tarif' Segini ke Wali Kota Saat digrebek

Kamis, 18 Oktober 2018 | 11:18
foto okezone
RIAUGREEN.COM - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menggerebek sebuah kamar yang menjadi tempat prostitusi di Apartemen Bogor Valley, Kota Bogor. Hasilnya, Bima mendapati dua wanita yang masih belia tengah menunggu lelaki hidung belang.

Saat menggrebek, politisi PAN itu pun mendapati beberapa satu box alat kontrasepsi jenis kondom dan alat untuk penggunaan narkoba dan beberapa obat keras yang diduga digunakan oleh kedua remaja itu.

Menurut Bima Arya, penggrebekan ini sengaja dilakukan karena di dapat informasi karena adanya praktek prostisuti dengan metodenya melalui aplikasi online di salah satu kamar di apartemen tersebut.

"Beberapa hari ini semakin sering informasi itu masuk kepada saya karena itu hari ini di terjunkan tim dari Satpol PP, kepolisian, kecamatan, akhirnya berhasil menangkap tangan ada wanitanya di sini," kata Bima, Rabu (17/10/2018).

Kepada Bima, kedua remaja yang masih berstatus SMA itu mengaku mematok tarif sebesar Rp 750 ribu untuk short time termasuk sewa kamar. Lelaki hidung belang didapatnya melalui aplikasi pertemanan yang dilakukan oleh seorang mucikari yang masih temannya.

"Berdasarkan pengakuan mereka, tarifnya Rp750 ribu untuk sekali main atau short time. Kita akan laporkan ke Kemenkominfo terkait aplikasi yang biasa digunakan mereka. Kita akan laporkan bagaimana dengan mudah mereka melakukan praktek prostitusi. Kita juga fokus kejar si geremonya ini," tegasnya.

Loading...
Ke depannya, pihaknya tetap akan melakukan pengawasan terhadap apartemen lainnya di Kota Bogor. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kedua remaja itu dibawa ke Polsek Tanaj Sareal guna didata dan dimintai keterangan.

"Dalam waktu dekat kami akan undang pengelola hotel dan apartemen. Akan dievaluasi sistem keamanannya seperti apa, karena tadi didapati bukti akses sangat terbuka. Bisa keluar masuk seenaknya, kepemilikan bisa dengan mudah berpindah. Kita akan evaluasi semua agar tidak mudah dijadikan tempat prostitusi," pungkasnya. (sumber:okezone.com)

Loading...
BERITA LAINNYA
Boediono Kembali Digaraf KPK Soal Kasus Century
Kamis, 15 November 2018 | 11:27
BERIKAN KOMENTAR
Top