• Home
  • Nasional
  • Dua Syarat Ini Terpenuhi, UAS Siap Maju Jadi Cawapres

Dua Syarat Ini Terpenuhi, UAS Siap Maju Jadi Cawapres

Senin, 06 Agustus 2018 | 18:01

RIAUGREEN.COM - Nama Ustadz Abdul Somad sempat menjadi salah satu kandidat cawapres yang disarankan oleh forum Ijtima Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama).

Dakwah Usyaz Abdul Somad sendiri sering dihadang sejumlah pihak di sejumlah wilayah dan ketika dirinya didukung jadi cawapres, mereka menjegal dan meminta Ustaz Abdul Somad hanya fokus dakwah. 

Ustadz Abdul Somad dinilai cocok untuk mendampingi Prabowo Subianto maju dalam Pilpres 2019.

Sayangnya, Ustadz Abdul Somad memilih menolak secara halus.

Dalam Alasannya, Ustadz Abdul Somad memilih berjuang dalam dunia pendidikan khususnya dakwah.

Tentunya, hal ini membuat kecewa beberapa pihak yang mendukungnya.

Seperti putri Amien Rais, Hanum Rais yang meminta kepada semua pihak untuk meyakinkan Ustaz Abdul Somad (UAS) untuk mau maju.

Bahkan Hanum pun menuliskan hal tersebut lewat akun instagramnya.

@hanumrais: 'Sebaiknya ustadz Abdul Somad tetap berdakwah saja. Menjadi suluh dalam gelapnya ruangan. Menjadi setetes embun dalam sahara. Kita memerlukan itu.'

Nasihat demikian memang terdengar indah elegan dan mulia. Saya pun mengiyakan.

Namun kemudian, saya teringat Snouck Horgrounje seorang Belanda di jaman Hindia Belanda yg belajar agama Islam dan kemudian dikenal sebagai mata-mata kolonial.

Ia pernah menasehati para ulama, masy adat Aceh saat itu, untuk meningkatkan ketakwaan umat serta selalu mengingatkan umat pada kematian, masjid-masjid perlu didirikan dekat makam.

Terdengar mulia. Serentak membuahkan anggukan.

Sungguh target Horgronje bukan itu. Melainkan sesungguhnya ia memiliki visi menjauhkan masyarakat dari masjid, karena orang-orang jadi takut ke masjid , terutama para pemudanya.

Horgronje tahu benar, masjid dan para pengunjungnya adalah kekuatan yang membahayakan bagi rezim kolonial saat itu.

Seruan banyak pihak agar UAS berdakwah saja dan jangan bermain politik seakan terdengar seperti seruan membuai Horgronje saat itu

Di saat yang begitu krusial sekarang ini, marilah kita berdoa semoga sang suluh selama ini berkenan berubah menjadi mentari.

Setetes embun di sahara bersedia menjelma jadi telaga mata air yang menyejukkan bagi bumi

Marilah kita berbondong-bondong meyakinkan @ustadzabdulsomad bahwa dirinya diperlukan oleh bangsa, tidak hanya sebagai guru, namun pemimpin bangsa.

Tarikh menorehkan cerita, Abu Bakar maupun Umar juga sebelumnya menolak jabatan yang diberikan pada mereka hingga mereka akhirnya menjadi umara panutan.

Keulamaan dan kepemimpinan bersanding manis dalam era tersebut. Sejatinya politik dan agama memang sebuah kesatuan.

Rasulullah pun telah menjadikan dirinya teladan sebagai pemimpin dan ulama terbaik sepanjang masa.

Kesempatan tidak akan datang berulang. Kehadiran UAS di tengah bangsa ini boleh jadi adalah kesempatan yang Allah berikan untuk kita.

Mudah-mudahan Allah mengijabahi lewat dukungan seluruh elemen bangsa dan umat di Indonesia.

Wallahu a'lam bissshhawaab
#ustadzabdulsomad #cawapres let's make #somadeffect everywhere.

Setali tiga uang dengan hanum, penceraham Sugi Nuh Raharja alias Gus Nur Ikut meminta Ustaz Somad Memikirkan kembali keputusan menolak jadi cawapres.

Loading...
Gus Nur menyampaikannya melalui video berdurasi 15 menit 13 detik yang diunggah di YouTube.

Adapaun pesan Gus Nur sampaikan kepada Ustadz Abdul Somad sudah ditonton lebih dari 173.619 orang dan masuk 20 trending topic youtube

Sementara itu beredar sebuah rekaman video yang dibagikan akun Facebook Zen Maestro yang memperlihatkan sejumlah orang berkumpul dalam suatu kegiatan Kongres Mujahiddin ke V.

Dalam pertemuan tersebut sejumlah pihak membahas soal penolakan Ustad Somad yang menolak pencalonan dirinya maju sebagai Cawapres pendamping Prabowo dalam pertarungan Pilpres 2019.

Pasalnya penolakan Ustad Somad masih menimbulkan tanda tanya semua pihak apa alasan Ustad Somad menolak.

Kemudian seorang pria bernama Ustad Zul diminta untuk menceritakan kronologi pencalonan Ustad Somad dan alasannya menolak maju.

Ustad Zul dengan tegas di hadapan sejumlah peserta yang hadir dalama pertemuan, jika Ustad Somad bukannya tidak mau.

Tetapi ada pertimbangan bahwa Ustad Somad tidak mau kesannya diadu domba atau adanya konfrontasi dengan ustad Salim Segaf Al-Jufri yang diketahui merupakan kader PKS.

"Saya bertemu di Semarang, UAS menyampaikan bahwa dia sangat lemah ada orang yang lebih baik yang sangat dia hormati dan muliakan  yaitu Salim Segaf Al-Jufri dia tidak mau diadu-adu, berjanji apabila Prabowo menggandeng Salim Segaf Al-Jufri, UAS akan full mendukung"

Lebih lanjut Ustad Zul menyebut UAS begitu menghormati hasil Ijtima Ulama. Namun ia tak akan maju karena merasa ada yang lebih baik darinya.

Namun Ustad Somad kata Ustad Zul beresdia maju asalkan 2 syarat ini dipenuhi.

"Ustad Somad bukannya menolak tapi dia sangat menghormati dan menjungjung tinggi hasil ijtima apabila kesepakatan mentok antara partai yang mengusung Prabowo-Ustad Salim, beliau (UAS) akan maju, kedua jika instruksi langsung dari habib rizieq meminta, maka beliau (UAS) maju, intinya ustad somad ingin perintah satu arah, UAS sebagai opsi kedua andai, kesepakatan partai-partai mentok" terang ustad Zul. (*)

Loading...
Source : tribunnews.com


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top