• Home
  • Nasional
  • Barang-barang Mewah Ini Ditemukan di Lapas Kelas I Sukamiskin

Barang-barang Mewah Ini Ditemukan di Lapas Kelas I Sukamiskin

Senin, 23 Juli 2018 | 08:29
Foto okezone
RIAUGREEN.COM - Sejumlah barang-barang yang tergolong mewah ditemukan ada di Lapas Kelas I Sukamiskin, Kota Bandung, Jawa Barat. Padahal, barang-barang itu harusnya tidak diperbolehkan ada di kamar para narapidana.

"Seharusnya (barang-barang) ini memang tidak bisa masuk ke dalam," kata Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI Sri Puguh Budi Utami usai melakukan razia di Lapas Sukamiskin, Minggu (22/7/2018) malam.

Lolosnya barang-barang itu memang jadi pertanyaan tersendiri. Sebab, tidak mungkin petugas dan para pegawa di Lapas Sukamiskin tidak tahu.

Ia sendiri belum menemukan siapa saja yang membuat berbagai barang itu bisa masuk. Sehingga, para narapidana seolah tinggal di tempat kost mewah. Padahal, harusnya mereka menjalani hukuman dengan fasilitas alakadarnya sesuai aturan.

Ia bahkan sudah bertanya kepada para narapidana soal proses lolosnya barang-barang tersebut. Tapi, mereka semua kompak tutup mulut.

"Tidak memberikan informasi. Begitu kita tanya kepada mereka, kok bisa barang-barang ini masuk, tidak ada yang memberikan jawaban kepada kita, mereka diam," ungkap Sri.

Disinggung soal kemungkinan ada sogokan menggiurkan kepada sipir dan para pegawai lapas agar meloloskan barang mewah itu, ia menyebut itu persoalan cara berpikir. Mereka harusnya menegakkan integritas dan aturan.

"Jadi, kalau mereka berpegang pada standar operasional prosedur, tentu ini enggak bisa masuk. Kalau soal gaji, pemerintah sudah memberikan cukup, dan ini sekali lagi tergantug mindset kita bagaimana kita bersyukur atas apa yang sudah diberikan pemerintah kepada kita semuanya," jelas Sri.
Tapi, ia menduga bukan hanya urusan uang yang membuat petugas dan pegawai lapas meloloskan barang-barang mewah. Faktor kedekatan petugas dengan narapidana bisa turut jadi penyebabnya.
"Ada rasa iba mungkin karena kita sudah lama bergaul, sering menghilangkan sisi tegas dari kita, dari petugas. Jadi tidak selalu berorientasi pada pemberian imbalan, ada faktor-faktor lain," tuturnya.

Untuk memastikan penyebabnya, Sri mengatakan hal itu harus dianalisis lebih lanjut. Sehingga, saat ini belum diketahui pasti penyebab barang-barang itu bisa dimiliki para narapidana di kamarnya.

Sri pun menjanjikan pihaknya akan melakukan berbagai pembenahan. Tujuannya, jangan sampai kejadian serupa kembali terulang.

"Ada program yang kita susun. Sering saya sampaikan revitalisasi sebagai sesuatu yang masiv memang harus ada perubahan yang fundamental," ucapnya.

"Perubahan fundamental itu harus masuk dalam sistem. Ketika sudah masuk dalam sistem, diharapkan memang tidak terjadi yang seperti ini lagi," jelas Sri. (*)


Source: okezone.com

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top