• Home
  • Nasional
  • Butuh 10ribu Karyawan, PT IMIP Gaji Lulusan SMA Rp8 juta Hingga Rp10 juta

Butuh 10ribu Karyawan, PT IMIP Gaji Lulusan SMA Rp8 juta Hingga Rp10 juta

Minggu, 08 Juli 2018 | 20:46
Dede Yusuf (kiri) saat melakukan kunker ke PT IMIP Morowali. (Instagram/Dede Yusuf)
RIAUGREEN.COM - Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf membeberkan fakta mencengangkan terkait gaji karyawan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat itu mengatakan, gaji pekerja lokal di industri smelter nickel dan besi terbesar Indonesia itu cukup menggiurkan. Lulusan SMA yang telah bekerja di atas dua tahun digaji Rp8 juta hingga Rp10 juta.

"Mau tau berapa gaji pekerja lokal kita di sana? Lulusan SMA yang baru masuk 6 bulan rata-rata mendapat sekitar Rp4 juta. Yang sudah 2 tahun mencapai Rp8 juta hingga 10 juta/bulan," tulis politisi Partai Demokrat itu di Instagram pribadinya, @ddyusuf66, Sabtu 7 Juli 2018.

Saat ini, PT IMIP masih membutuhkan tenaga kerja lokal yang cukup banyak. Lowongan tersebut dibuka untuk umum.

"Saat ini masih dibutuhkan 10.000 tambahan karyawan lagi, semuanya tenaga lokal dan lowongan terbuka bagi umum. Mungkin ada yang berminat?," tambah Dede Yusuf.

Dede Yusuf mengetahui gaji pekerja lokal di PT IMIP setelah Komisi IX DPR yang dipimpinnya melakukan kunjungan kerja (kunker) bersama Satgas Pengawasan Tenaga Kerja Asing (TKA) ke Morowali, Sulawesi Tengah.

Kunker itu bertujuan untuk memastikan informasi terkait serbuan TKA China ke Morowali yang disampaikan sejumlah politisi.

Menurut Dede, pihaknya mendatangi semua bagian-bagian di area pabrik nickel dan besi terbesar di Indonesia itu. Mulai dari kantin pekerja, mess pekerja China, pabrik, hingga ruang operator.

Menurut Dede Yusuf, jumlah karyawan asing di PT IMIP sebanyak 2.500 orang. Sementara pekerja lokal mencapai 28.000 orang.

"Artinya TKA tidak sampai 10% dan memiliki izin kerja yang sah. Ini dibuktikan oleh laporan pejabat Imigrasi Kemenkumham di sana," tambah Dede.

Dikatakan Dede, mungkin dulu pada saat pembangunan smelter di awal 2014-2016 banyak TKA yang keluar masuk dengan kontrak per 2-3 bulan. Karena memang pada saat itu Indonesia belum berpengalaman membangun smelter. Setelah smelter berdiri, hanya 10 persen TKA yang tinggal untuk meneruskan transfer technologi kepada pekerja lokal.

Source : tribunnews.com

BERITA LAINNYA
Iuran BPSJ Kesehatan Diusulkan Naik
Selasa, 25 September 2018 | 11:05
Pegawai Gugat Pimpinan KPK ke Pengadilan
Senin, 24 September 2018 | 11:17
UAS Hindari Berfoto Acungkan Jari Satu atau Dua
Senin, 24 September 2018 | 09:48
BERIKAN KOMENTAR
Top