• Home
  • Nasional
  • Heboh! Ade Armando Ditantang Jawara Bekasi Damin Sada

Heboh! Ade Armando Ditantang Jawara Bekasi Damin Sada

Selasa, 10 April 2018 | 13:18
RIAUGREEN.COM - Ketua Jawara Jaga Kampung (Jajaka), Damin Sada mengaku siap berdebat secara terbuka dengan dosen Universitas Indonesia Ade Armando. Hal ini menyusul unggahan Ade di media sosial yang menyebut kumandang azan tidak suci.

"Memang saya yang mengajak dia debat, bukan adu otot," kata Damin Sada kepada merdeka.com, Selasa (10/10).

Unggahan Ade yang dipersoalkan Damin Sada berbunyi "Azan tidak suci, azan itu cuma panggilan sholat. Sering tidak merdu. Jadi, biasa-biasa sajalah". Unggahan ini selang beberapa hari setelah puisi Sukmawati Soekarno Putri yang membandingkan azan tidak semerdu suara kidung.

Akibat puisi itu, Sukmawati dilaporkan ke polisi. Sukmawati sendiri telah meminta maaf secara terbuka di hadapan ketua Majelis Ulama Indonesia, Ma'aruf Amin. Damin Sada sendiri setelah melihat unggahan Ade ingin membuat perhitungan melalui media sosial facebook.

Damin Sada yang pernah menjabat sebagai kepala desa di Tambun Utara ini menilai Ade Armando tidak mempunyai etika mengunggah sebuah tulisan yang menyinggung soal azan tidak suci.

"Memang di mata hukum tidak masalah, tapi etikanya dimana, ini adalah hal yang sensitif bagi umat Muslim," ujarnya.

Sementara itu Ade Armando pun siap meladeni tantangan Damin Sada.

"Anda mau diskusi dengan saya, silahkan. Seperti yang saya tulis, Anda saja tentukan tempatnya. Saya hanya minta di daerah Menteng. Kalau maunya di kantor polisi, ya silahkan atur," tulis Ade di akun Facebooknya.

Ade menjelaskan maksud tulisannya soal azan tidak suci. Menurut Ade, panggilan azan sebagai penanda waktu salat merupakan musyawarah Rasulullah SAW dengan para sahabatnya.

"Harap catat, saat itu tidak ada jam. Ada beberapa ide dikemukakan sahabat. Ada yang bilang, kibarkan saja bendera. Ada yang mengusulkan, tiup terompet. Ada pula ide membunyikan lonceng. Ada yang menyarankan, menyalakan api. Tapi akhirnya yang dipilih adalah memanggil orang shalat dengan mengumandangkan azan seperti yang kita kenal sekarang ini," kata Ade.

Maka menurut Ade, muazin (mereka yang mengumandangkan azan) tidak selalu merdu mengumandangkan azan, karena kemerduan suara bukan prasyarat mutlak untuk menjadi muazin.

"Jadi begitulah. Hakekatnya, azan itu adalah seruan untuk menyatakan waktu shalat sudah tiba sekaligus mengajak orang untuk shalat. Kumandang azan pun tidak selalu merdu, karena hakekatnya memang tidak berurusan dengan estetika. Mau dibaca datar-datar saja juga boleh. Tidak ada yang melarang," katanya. [*/rdk]


Source: merdeka.com

BERITA LAINNYA
Bulan Mei Finalisasi Formasi CPNS 2018
Rabu, 25 April 2018 | 10:13
SBY Beri Peringatan kepada Roy Suryo
Selasa, 24 April 2018 | 20:01
BERIKAN KOMENTAR
Top