• Home
  • Nasional
  • Setelah Telanjangi Santriwati, Toko Ratu Paksi Akhirnya Disegel

Setelah Telanjangi Santriwati, Toko Ratu Paksi Akhirnya Disegel

Rabu, 27 Desember 2017 | 20:49
Tribunnews.com
RIAUGREEN.COM - Toko Ratu Paksi masuk salah satu top pencarian Google Selasa (26/12).

Kenapa toko ini tiba-tiba dicari oleh warganet?

Asal muasal toko di Tasikmalaya, Jawa Barat ini jadi viral di dunia maya setelah penjaga toko menuduh sorang santriwati mencuri.

Kasus santriwati ditelanjangi itu bermula manakala seorang remaja berusia 16 tahun yang juga guru ngaji berbelanja di Toko Ratu Paksi, Minggu (24/12/2017).

Namun saat hendak meninggalkan lokasi, detektor berbunyi.

Petugas keamanan kemudian mengamanakan dan membawa Aq ke kamar mandi untuk diperiksa.

Pada saat dilakukan pemeriksaan itulah Aq disuruh membuka seluruh pakaiannya untuk memudahkan pemeriksaan.

Hanya saja, barang yang diduga dicuri tidak ditemukan. Rupanya setelah pemeriksaan dilakukan secara intensif, detektor berbunyi lantaran adanya barcode yang menempel permanen di pakaian Aq.

Dalam sekejap informasi ini menyebar.

Warga kemudian berbondong-bondong toko ini. Mereka mengecam tindakan petugas kemanana yang menelanjangi seorang guru madrasah di Tasikmalaya yang berinisial Aq (16).

Dilansir jejakjabar.com, menurut keterangan ibu korban, Devi Badrudin, di kamar mandi itulah anaknya ditelanjangi, pakaiannya dilucuti. Korban yang merupakan siswi kelas 2 SMA ini ditinggalkan di kamar mandi dalam keadaan telanjang.

"Kamu tunggu di sini, ini pakaian saya bawa dulu untuk diperiksa detektor. Biar tidak bolak-balik," terang Devi Badrudin seperti dilansir jejakjabar.com.

Setelah digeledah dan pakaiannya dilucuti oleh petugas keamanan Toko Ratu Paksi yang beralamat di Jalan Sukalaya 1, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya tersebut, ternyata korban terbukti tidak mencuri.

Menurut ibu korban, detektor berbunyi karena barcode permanen yang terdapat dalam celana yang dikenakan korban.

Toko Disegel

Sejumlah warga Tasikmalaya melaksanakan aksi solidaritas turun ke jalan dan mendatangi Toko Ratu Paksi dan Mapolresta Tasikmalaya untuk menyampaikan aspirasi.

Senin (25/12/2017), diwakili Nanang Nurjamil selaku koordinator, massa mendatangi Polresta Tasikmalaya untuk melakukan audiensi.

Perwakilan massa pun kemudian diterima Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Adi Nugraha,S.I.K.

Hasil dari audiensi, disimpulkan bahwa massa menuntut agar pelaku penelanjangan santriwati di Tasikmalaya ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Tuntutan lainnya adalah dengan menutup Toko Ratu Paksi lantaran menyalahi aturan IMB.

Hal lainnya adalah meminta oknum petugas Polsek Cihideung ditindak lantaran tidak profesional dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

Menanggapi hal itu, Kapolres dan Sekda menyanggupi tuntutan masyarakat tersebut.

"Penanganan kasus ini akan kami lakukan dengan cepat dan transparan dengan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya dan masyarakat," ujar Adi, dilansir Tribrata News Polres Tasik Kota. Hingga berita ini ditulis, Selasa (26/12/2017), Toko Ratu Paksi sudah disegel polisi.

(sumber:tribunnews.com)


BERITA LAINNYA
Gempa 6,3 Skala Richter Guncang Situbondo
Kamis, 11 Oktober 2018 | 12:46
BERIKAN KOMENTAR
Top