• Home
  • Nasional
  • Sempat Heboh, Buku SD yang Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel Sudah Ditarik

Sempat Heboh, Buku SD yang Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel Sudah Ditarik

Jumat, 15 Desember 2017 | 11:21
RIAUGREEN.COM - Buku Ilmu Pengetahuan Sosial kelas VI yang menyebutkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel sudah ditarik.

"Buku itu sudah ditarik, diperbaiki. Beberapa hari lalu ketika muncul di medsos, saya sudah bilang ke Kabalitbang (dari Kemendikbud RI), ternyata sudah ditangani," kata Deputi Bidang Pendidikan dan Agama, Kementerian Koordinator Pembangungan Manusia dan Kebudayaan RI, Agus Sartono di peluncuran program Google.org di Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Dikutip dari liputan6.com, Pada hari ini juga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Totok Suprayitno mengungkapkan sudah meralat konten buku itu.

"Konten dalam buku tersebut diralat menjadi, ibukota negara Israel sebagai Tel Aviv," kata Totok mengutip rilis dari laman resmi Kemendikbud.

Sikap politik luar negeri Indonesia, kata Totok, tidak mengakui penjajahan. Oleh karena itu, upaya penguasaan Yerusalem oleh Israel yang diawali pada Perang Arab-Israel tahun 1948 dinilai tidak sesuai dengan konstitusi negara Indonesia.

"Indonesia sejak awal mempunyai komitmen dan konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan tidak mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel," katanya lagi.

Totok menyampaikan pemberitahuan ralat konten buku SD berisi Yerusalem tersebut segera disebarluaskan ke sekolah-sekolah melalui Dinas Pendidikan setempat. (*)




BERITA LAINNYA
Kerahkan TIM 8 Mobil, KPK Tangkap Fredrich Yunadi
Sabtu, 13 Januari 2018 | 00:25
Ogah Dukung Djarot, Ketua DPW PPP Sumut Dicopot
Sabtu, 13 Januari 2018 | 00:22
BERIKAN KOMENTAR
Top