• Home
  • Nasional
  • Simak Ramalan Mengerikan Soal Bencana di Tahun 2018

Simak Ramalan Mengerikan Soal Bencana di Tahun 2018

Kamis, 07 Desember 2017 | 12:43
Ilustrasi: int
RIAUGREEN.COM - Tidak ada bencana yang sangat sulit untuk diprediksi ketimbang gempa bumi. Itu kata sejumlah ilmuwan.

Tak seperti beragam jenis badai yang bisa diprediksi sebelum dan sesudah terjadi, lindu justru sering kali mengguncang tanpa ada peringatan.

Namun, sejumlah ilmuwan -- berdasarkan sebuah studi terbaru -- memprediksi bahwa 2018 nanti akan menjadi tahun terburuk bagi bencana gempa bumi.

Studi menunjukkan, lindu pada tahun depan akan semakin banyak ketimbang periode sebelumnya. Penyebabnya ialah rotasi Bumi yang semakin melambat. Demikian seperti dikutip dari Time, Selasa (5/12/2017).

Dalam forum tahunan komunitas akademis bidang kepakaran geologi di AS, Geological Society of America, ilmuwan meyakini, melambatnya rotasi Bumi pada 2018 akan memicu aktivitas seismik yang intens dan menyebabkan melonjaknya kuantitas gempa tahun depan.

Meskipun melambatnya rotasi itu cukup kecil -- sekitar 1 milidetik, dampak yang dihasilkan dapat memicu peristiwa alam yang cukup signifikan, yakni pelepasan sejumlah besar energi bawah tanah yang memicu aktivitas seismik.

"Korelasi antara rotasi dan gempa menunjukkan hubungan yang sangat kuat. Korelasi itu menunjukkan bahwa akan terjadi peningkatan jumlah gempa bumi yang hebat pada tahun depan," kata Roger Bilham dari University of Colorado in Boulder.

Bilham dan rekan, Rebecca Bendick, dari University of Montana in Missoula, mencapai kesimpulan itu dengan menilik lindu berkekuatan 7 SR dan yang lebih besar yang terjadi sejak 1900.

Dari data itu, Bilham dan Bendick menemukan beberapa periode tahun ketika gempa berskala besar terjadi secara signifikan dan lebih banyak dibandingkan dengan periode tahun lain.

"Pada lima periode itu, ada 25 sampai 30 gempa dalam setahun. Sementara pada periode lain, hanya ada rata-rata 15 gempa per tahunnya," papar Bilham.

Kedua ilmuwan itu pun lantas melakukan pemeriksaan dan menemukan korelasi antara aktivitas seismik intens dengan variasi dan fluktuasi rotasi Bumi.

"Perputaran Bumi sedikit berubah sekitar 1 milidetik per hari. Kami mengukurnya secara akurat menggunakan jam bertenaga atom."

Ketika perlambatan terjadi, inti Bumi memicu justru ketegangan pada lapisan di luarnya. Maka pada saat itu, prinsip fisika dasar Isaac Newton berlaku, yakni benda bergerak akan berusaha sekuat tenaga agar tetap bergerak.

Daya yang dihasilkan pergerakan yang terus-menerus tersebut akan menyebar melalui bebatuan, lempeng, dan patahan yang dekat dengan permukaan Bumi, menyebabkan lindu.

Bilham dan Bendick menemukan bahwa telah terjadi periode sekitar lima tahun ketika rotasi Bumi melambat. Periode itu kemudian disusul oleh lonjakan kuantitas gempa Bumi untuk beberapa waktu ke depan.

"Dari pengukuran itu, Bumi seakan menawarkan kita suatu prediksi mengenai potensi gempa di masa yang akan datang, setidaknya per lima tahun ke depan," papar Bilham.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Bilham dan Bendick mencapai suatu prediksi bahwa pada 2018 nanti akan terjadi lonjakan lindu.

"Rotasi Bumi sudah melambat sejak empat tahun lalu. Maka, kesimpulannya jelas. Tahun depan kita harus mempersiapkan atas terjadinya peningkatan yang signifikan dalam jumlah gempa Bumi yang terjadi," papar Bilham.

"Tahun ini sudah ada enam lindu. Tahun 2018 nanti, bisa sekitar 20 gempa," tambahnya.

Meski begitu, makalah yang ditulis oleh Bilham dan Bendick tidak menjelaskan secara detail mengapa pelambatan rotasi mampu berkorelasi dengan peningkatan aktivitas seismik. Selain itu, meski Bilham dan Bendick memprediksi bahwa gempa "ekstra" pada 2018 nanti akan terjadi di wilayah Bumi tropis, keduanya tak mampu untuk menentukan titik persisnya.

Kendati demikian, meski prediksi ilmiah itu tak sepenuhnya akurat 100 persen, berbagai kalkulasi tersebut setidaknya memberikan sumbangsih dan membuat sekecil apa pun perbedaan -- khususnya dalam konteks early warning system bencana gempa yang mematikan. (*)

Source: liputan6.com



BERITA LAINNYA
PKS Harus Bayar Rp 30 Milyar ke Fahri Hamzah
Sabtu, 16 Desember 2017 | 08:04
Biaya Umrah Kini Ditetapkan Minimal Rp 20 Juta
Sabtu, 16 Desember 2017 | 07:49
Praperadilan Setya Novanto Dinyatakan Gugur
Kamis, 14 Desember 2017 | 16:12
Anggota DPD AM Fatwa Meninggal Dunia
Kamis, 14 Desember 2017 | 14:06
Laskar Bali Minta Maaf dan Sumpah Sakral
Kamis, 14 Desember 2017 | 14:05
PHDI Bali Telah Ingatkan Wedakarna Berkali-kali
Rabu, 13 Desember 2017 | 10:48
17 Desember akan Ada Aksi Besar Soal Palestina
Selasa, 12 Desember 2017 | 14:08
BERIKAN KOMENTAR
Top