• Home
  • Nasional
  • Mengejutkan! Per September 2017, Jumlah TKA Cina Capai 27.211 jiwa

Mengejutkan! Per September 2017, Jumlah TKA Cina Capai 27.211 jiwa

Rabu, 29 November 2017 | 23:42
Sejumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) yang diduga warga negara Republik Rakyat China (RRC) sebanyak 35 orang diamankan di Kantor Imigrasi Pekanbaru, Riau, Jalan Teratai Atas, pekerja Asing tersebut diduga tidak memiliki dokumen resmi, Rabu (18/1/2017).
RIAUGREEN.COM - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyatakan jumlah tenaga kerja asing (TKA) Cina yang bekerja di Indonesia mencapai 27.211 jiwa per September 2017. Jumlah tersebut merupakan jumlah terbesar, disusul oleh TKA Jepang yang berada pada posisi kedua dengan jumlah 16.116 jiwa.

Jumlah tenaga kerja asing yang berasal dari Cina yang bekerja di Indonesia memang selalu paling banyak setiap tahunnya," ungkap Kepala Subdit Analisis dan Perizinan Tenaga Kerja Asing Kemnaker Yanti Nurhayanti Ningsih ketika dihubungi Republika.co.idpada Senin (27/11).

 

Yanti menjelaskan, jumlah TKA Cina mengalami lonjakan yang cukup signifikan pada 2016. Tercatat, jumlah TKA Cina di Indonesia meningkat sebanyak 3.756 jiwa, dari jumlah 17.515 TKA Cina pada 2015, menjadi 21.271 TKA Cina pada 2016.

 

"TKA Cina itu bekerja di berbagai sektor, tapi tidak ada yang menjadi buruh kasar ya. Jabatan terendah yang kita berikan itu advisor," kata Yanti.

 

Direktur Pengendalian Tenaga Kerja Asing Kemnaker, Wisnu Pramono menyatakan, meski TKA Cina paling tinggi, namun jumlah tersebut masih terbilang wajar. Sebab, investasi Cina di Indonesia cukup besar pada bidang infrastruktur.

 

"Jumlah tersebut wajar, karena Cina merupakan negara Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia. Lain halnya dengan Bangladesh yang bukan negara PMA misal, itu justru dipertanyakan," jelas Wisnu.

 

Selain itu, jelas Wisnu, jumlah TKA berketerampilan asal Cina yang bekerja di Indonesia sebanyak 27 ribu, di mana mereka bekerja paling lama enam bulan khususnya untuk keperluan pemasangan mesin (praproduksi). Dia mengimbau tidak melihat fenomena tingginya angka TKA Cina di Indonesia hanya dalam jangka pendek, namun untuk jangka panjang juga.

"Jadi jangan dilihat jangka pendek saja, namun jangka panjang. Nantikan setelah produksi, akan menyerap banyak tenaga kerja dari Indonesia," kata Wisnu.

 Source: Republik.co.id 


BERITA LAINNYA
PKS Harus Bayar Rp 30 Milyar ke Fahri Hamzah
Sabtu, 16 Desember 2017 | 08:04
Biaya Umrah Kini Ditetapkan Minimal Rp 20 Juta
Sabtu, 16 Desember 2017 | 07:49
Praperadilan Setya Novanto Dinyatakan Gugur
Kamis, 14 Desember 2017 | 16:12
Anggota DPD AM Fatwa Meninggal Dunia
Kamis, 14 Desember 2017 | 14:06
Laskar Bali Minta Maaf dan Sumpah Sakral
Kamis, 14 Desember 2017 | 14:05
PHDI Bali Telah Ingatkan Wedakarna Berkali-kali
Rabu, 13 Desember 2017 | 10:48
17 Desember akan Ada Aksi Besar Soal Palestina
Selasa, 12 Desember 2017 | 14:08
BERIKAN KOMENTAR
Top