• Home
  • Nasional
  • Dituding Korupsi e-KTP, Gamawan Fauzi Mengaku Malu pada Sanak Saudaranya di Sumbar

Dituding Korupsi e-KTP, Gamawan Fauzi Mengaku Malu pada Sanak Saudaranya di Sumbar

Senin, 09 Oktober 2017 | 12:45
foto viva.co.id
Gamawan Fauzi
RIAUGREEN.COM - Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menepis terkait adanya bagi-bagi uang dalam proyek pengadaan e-KTP. Dia juga sesumbar berani untuk dikutuk jika terbukti menerima uang dari hasil pengadaan proyek tersebut.

Hal itu terungkap ketika sidang dengan terdakwa Andi Narogong dalam kasus pengadaan e-KTP. Saat itu Hakim ketua, Jhone Halasan Butar Butar menayakan apakah ada bagi-bagi uang.

"Saya enggak pernah terima. Kutuk seluruh rakyat Indonesia kalo saya terima, dunia akhirat. Kalau terbukti hukum saya seberat-beratnya, semua lihat seolah saya terima Rp 50 juta," kata Gamawan Fauzi di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (9/10).

Dia pun menceritakan sering menerima uang menjadi narasumber. Penerimaan uang tersebut kata dia diterima secara resmi menggunakan kuitansi. Gamawan pun sering ditanya sanak saudaranya terkait penerimaan uang tersebut.

"Pulang kampung saya ditanya. Saya punya kwitansi ini. Bahwa ada terkait andi narogong, enggak pernah saya sering terima honor dari mana-mana. Resmi," tambah dia.

Dia menerima uang Rp 48 juta di luar gaji tetap untuk narasumber. Gamawan juga menceritakan pernah memberikan ceramah di KPK. "Suka dikasih honor juga di KPK," tambah dia.

Gamawan pun menegaskan tidak pernah menerima uang dari proyek e-KTP dan hanya menerima uang honor saja. Dia mengakui malu pada sanak saudaranya di Sumatra Barat, Padang lantaran isu telah menerima uang dari proyek tersebut.

"Saya tanda-tangan itu yang mulia. Saya malu terpaksa saya bawa-bawa. Ini saya bawa bukti pulang kampung. Kutuk saya dan hukum saya. Saya jaga ini 35 tahun. Saya merintis ini. Insya Allah saya enggak terima," pungkas dia.

Gamawan sendiri pernah diperiksa KPK atas kasus tersebut. Gamawan membantah menerima uang terkait proyek e-KTP. Hal ini diungkapkannya usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi bagi tersangka Sugiharto di gedung KPK beberapa waktu lalu.

"Saya tidak pernah terima apa-apa dari siapa pun," kata Gamawan, Kamis (19/1) lalu.

Gamawan juga membantah tudingan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazarudin yang menyebutnya mengarahkan Konsorsium Percetakan Negara Indonesia (PNRI) agar menjadi pemenang proyek pengadaan paket e-KTP. "Enggak ada itu arahan dari saya. Itu kan karangan-karangan Anda saja itu," katanya. [merdeka.com]

BERITA LAINNYA
Ada Kode Uang 'Pokir' di Kasus Suap APBD-P
Rabu, 18 Oktober 2017 | 14:28
BERIKAN KOMENTAR
Top