• Home
  • Nasional
  • Terungkap Alasan PDI Perjuangan Tolak Ridwan Kamil

Terungkap Alasan PDI Perjuangan Tolak Ridwan Kamil

Rabu, 09 Agustus 2017 | 13:58
foto newsth.com
RIAUGREEN.COM - Menjelang bergurlirnya Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 konstelasi politik mulai menghangat. Sejumlah Partai Politik (Parpol) mulai bergerilya mencari calon terkuat untuk diusung.

Tidak ketinggalan dengan partai penguasa, PDI Perjuangan yang sudah menyelenggarakan fit and proper test. Turut dalam tes itu, Abdy Yuhana, Puti Guntur Soekarno, Sutrisno dan Iwa Karniwa.

Oleh karena itu Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira, menegaskan pihaknya hampir tertutup untuk mengusung Ridwan Kamil yang telah diusung oleh Partai Nasdem di Pilgub Jawa Barat 2018. Salah satu alasannya, karena prinsip dan cara pandang yang berbeda dalam memperjuangkan dan memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

"PDI Perjuangan di Jabar adalah partai pemenang yang bisa mengusung sendiri, sehingga kalaupun PDI Perjuangan mengusung cagub/cawagub tentu menghendaki ada kader partai yang juga diusung, entah sebagai cagub atau cawagub," tegas Andreas, saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (8/8).

Kemudian, lanjut Andreas, PDI Perjuangan juga menghendaki calon yang kooperatif bisa bekerja sama dengan partai dan kader-kader partai untuk memenangkan Pilkada. Andreas juga menegaskan bagi PDI Perjuangan tidak menghendaki calon-calon yang merasa dirinya "independen" tidak perlu partai, tapi hanya butuh rekomendasi partai. Maka pola pikir seperti itu dapat dipastikan tidak sesuai dengan PDI Perjuangan.

"Karena bagi PDI Perjuangan partai merupakan alat perjuangan kolektif, di mana kader partai bergotong royong bersama masyrakat memenangkan suatu perjuangan," terang Andreas.

Sebelumnya, Partai Golkar dan PDI Perjuangan menjajaki koalisi mengusung Dedi Mulyadi dalam pemilihan gubernur Jawa Barat. PDI Perjuangan juga telah memberikan sinyal untuk mendukung kader Partai Golkar Dedi Mulyadi sebagai calon wakil gubernur.

Kemudian dari dari peserta fit and proper test yang kemungkinan disandingkan dengan Dedi Mulyadi cukup mumpuni. "Mbak Puti memiliki tren elektabilitas yang bagus," puji Andreas. (republika.co.id)

BERITA LAINNYA
Heboh! Massa Sorak Menteri Agama Saat Pidato
Minggu, 17 Desember 2017 | 19:09
PKS Harus Bayar Rp 30 Milyar ke Fahri Hamzah
Sabtu, 16 Desember 2017 | 08:04
Biaya Umrah Kini Ditetapkan Minimal Rp 20 Juta
Sabtu, 16 Desember 2017 | 07:49
Praperadilan Setya Novanto Dinyatakan Gugur
Kamis, 14 Desember 2017 | 16:12
Anggota DPD AM Fatwa Meninggal Dunia
Kamis, 14 Desember 2017 | 14:06
Laskar Bali Minta Maaf dan Sumpah Sakral
Kamis, 14 Desember 2017 | 14:05
PHDI Bali Telah Ingatkan Wedakarna Berkali-kali
Rabu, 13 Desember 2017 | 10:48
BERIKAN KOMENTAR
Top