• Home
  • Nasional
  • Hinaan Australia Terhadap Pancasila, Panglima TNI Sebut Terlalu Menyakitkan

Hinaan Australia Terhadap Pancasila, Panglima TNI Sebut Terlalu Menyakitkan

Kamis, 05 Januari 2017 | 14:22
capture youtube
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo
JAKARTA, RIAUGREEN.COM - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membenarkan bahwa keputusan Indonesia menangguhkan kerja sama latihan militer gabungan dengan Australia karena ada kasus penghinaan terhadap Pancasila yang merupakan lambang ideologi bangsa.

"Terlalu menyakitkan sehingga tak perlu dijelaskan," ujar Gatot, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (5/1).

Namun begitu, ia kemudian menjelaskan bahwa pada saat latihan gabungan dengan militer Australia, pelatih dari pasukan khusus TNI AD menemukan bahwa kurikulum yang diberikan kepada siswa di sana mengandung materi yang mendiskreditkan bangsa Indonesia. Bentuk-bentuk pendiskreditan itu, kata dia, antara lain soal Papua yang harus merdeka, serta Pancasila yang dipelesetkan menjadi Pancagila.

"Dari situ maka saya tarik guru tersebut dan saya hentikan dahulu," katanya.

Atas insiden itu, Gatot mengatakan bahwa pihak Australia telah mengirimkan permohonan maaf secara resmi. Negeri Kanguru itu juga menyatakan akan memperbaiki kurikulum serta melakukan investigasi atas peristiwa tersebut.

BERITA LAINNYA
Kondisi Terkini Novanto Pasca Dipindahkan
Jumat, 17 November 2017 | 21:08
220 Ribu Orang Pensiun, Siap-siap Daftar PNS 2018
Kamis, 16 November 2017 | 14:53
Kabar Ahok Pasca Rusuh di Rutan Brimob
Sabtu, 11 November 2017 | 23:07
Agus Rahardjo Benarkan Pelaporan Atas Dirinya
Kamis, 09 November 2017 | 12:14
SPDP Diterbitkan, Dua Pimpinan KPK Jadi Tersangka?
Kamis, 09 November 2017 | 12:10
BERIKAN KOMENTAR
Top