• Home
  • Nasional
  • Peringati HARKITNAS, Wapres Minta Indonesia Teruskan Perjuangan Budi Utomo

Peringati HARKITNAS, Wapres Minta Indonesia Teruskan Perjuangan Budi Utomo

Jumat, 20 Mei 2016 | 14:58
Wapres RI, Jusuf Kalla. (foto : merdeka.com)
JAKARTA, RIAUGREEN.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta peringatan hari kebangkitan nasional tak hanya mengenang perjuangan Budi Utomo. Namun juga harus menentukan langkah ke depan yang akan dilakukan.

"Ya tentu ini kan selalu hari peringatan itu dua hal, mengingatkan, mengevaluasi dan apa ke depan. Jangan kita hanya menghargai Budi Utomo setelah itu diam. Kita ingin apa langkah-langkah dalam, jadi tentu hari ini bukan kebangkitan lagi, sudah kemajuan nasional," kata Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jumat (20/5).

JK meminta seluruh pihak meneruskan dan melanjutkan perjuangan Budi Utomo. Menurutnya, saat ini Indonesia sudah tak berada dalam krisis nasional. Bahkan keadaan nasional lebih baik dibanding negara-negara lain.

"Kalau soal krisis nasional di seluruh dunia ini selalu muncul. Banyak tergantung kejadiannya, kalau krisis kemanusiaan yang paling hebat ada di Timur tengah, ada di Afrika. Kalau kita mungkin kasus-kasus yang tidak sebanding dengan negara lain," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Kantor Kemendagri, Jakarta. Mendagri juga memberikan penghargaan kepada delapan praktisi atau pakar yang mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang bersih, efektif dan efisien.

"Hari ini kita rayakan Hari Kebangkitan Nasional ke-108. Inspirasi awal dari Boedi Oetomo yang memunculkan pemikiran sumber daya manusia yang terdidik dan memiliki jiwa nasionalisme serta cita-cita mulia untuk melepaskan diri dari penjajahan," ucap Tjahjo di hadapan peserta upacara di Kantor Kemendagri Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (20/5).

Menurutnya, saat ini bangsa Indonesia sedang berada di tengah-tengah bahaya akibat sejumlah ancaman. "Saat ini NKRI tengah berada di bahaya ancaman-ancaman seperti bahaya ancaman narkoba, terorisme yang mengancam seluruh bangsa. Selain itu munculnya kekerasan pornografi terjadi pada generasi yang sangat belia," ujar dia.




editor  : Hafiz
source : merdeka.com

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top