• Home
  • Migas
  • Tarif PBBKB 10 persen Penyebab Pertalite di Riau Lebih Mahal

Tarif PBBKB 10 persen Penyebab Pertalite di Riau Lebih Mahal

Jumat, 09 Maret 2018 | 13:06
dokumen riaugreen
Premium habis di salah satu SPBU di Kota Dumai Provinsi Riau
RIAUGREEN.COM - Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) turun tangan untuk mengatasi mahalnya harga BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis Pertalite di Provinsi Riau.

Anggota Komite BPH Migas, Hendry Ahmad mengatakan, ada gejolak harga BBM di Riau yang dipicu oleh sulitnya memperoleh Premium dan perbedaan harga Pertalite yang lebih mahal dibanding di wilayah lain.

"Ada gejolak seperti di Riau. Pertama, Premium sulit didapat di SPBU. Kedua Pertalite mahal dibanding provinsi tetangga," kata Hendry di Kantor BPH Migas, Jakarta, Rabu (7/‎3/2018).

Menurut Hendry, faktor yang membuat harga Pertalite di Riau lebih mahal ketimbang wilayah lain adalah besaran pengenaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Riau lebih besar dibanding wilayah lain. Di Riau, tarif PBBKB mencapai 10 persen, sedangkan wilayah lain 5 persen.

"Sebagai tambahan, Pertalite lebih mahal disebabkan PBBKB di Riau lebih tinggi dibanding provinsi lain‎," ujarnya.

Lebih jauh kata dia, BPH Migas akan turun tangan mengevaluasi pengenaan tarif PBBKB, dengan melakukan diskusi bersama Pemerintah Provinsi Riau, DPRD, dan PT Pertamina (Persero).

"Ini kita sudah bicara dengan Pemprov Riau dan DPRD untuk mengevaluasi PBBKB nonsubsidi," jelas Hendry.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) menjelaskan penyebab lebih tingginya harga BBM nonsubsidi jenis Pertalite di Riau ketimbang di Papua dan Papua Barat.

Area Manager Sumatera Communication & Relations Pertamina Sumatera Bagian Utara,‎ Rudi Ariffianto mengungkapkan, penyebab harga Pertalite di Riau menempati jajaran tertinggi ketimbang wilayah lain diakibatkan pungutan PBBKB yang dimasukan dalam komponen harga Pertalite sebesar 10 persen.

"‎PBBKB di Riau 10 persen," kata Rudi saat berbincang dengan Liputan6.com.

Rudi melanjutkan, di provinsi lain, pungutan PBBKB hanya sebesar 5 persen dari harga dasar BBM. Kondisi ini membuat harga Pertalite di Riau lebih mahal dibanding Provinsi lain. Untuk diketahui penetapan besaran PBBKB merupakan kewenangan masing-masing pemerintah daerah (pemda).

"Kalau di daerah lain hanya 5 persen. Tapi itu kewenangannya pemda," tutur Rudi.

Untuk diketahui, struktur pembentukan harga BBM selain PBBKB di antaranya,‎ Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen, dan marjin badan usaha dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

‎Merujuk data Pertamina per Januari 2018, harga Pertalite di Papua dan Papua Barat mencapai Rp 7.700 per liter. Harga yang sama dipatok di Maluku, Maluku Utara, dan Kalimantan Utara. Sedangkan harga BBM Pertalite di Aceh dan Jakarta berkisar Rp 7.500 per liter. (*)



Loading...
BERITA LAINNYA
Pemerintah Belum Rencanakan Kenaikan Harga BBM
Kamis, 06 September 2018 | 12:50
Pasokan Premium di Riau Akhirnya Ditambah
Kamis, 29 Maret 2018 | 12:05
BERIKAN KOMENTAR
Top