• Home
  • Migas
  • Bangun Pipa Transmisi Gas Bumi Duri-Dumai, PGN dan Pertamina Kucurkan Rp702 Miliar

Bangun Pipa Transmisi Gas Bumi Duri-Dumai, PGN dan Pertamina Kucurkan Rp702 Miliar

Selasa, 14 November 2017 | 12:42
Ground Breaking pembangunan Pipa Gas Duri-Dumai,Senin (13/11/2017).
DUMAI, RIAUGREEN.COM - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus berkomitmen untuk memperluas jaringan gas bumi ke seluruh daerah. Salah satunya adalah kesiapan PGN untuk merealisasikan proyek pembangunan pipa transmisi gas bumi Duri-Dumai di Provinsi Riau sepanjang 67 kilometer.

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Jobi Triananda Hasjim, mengatakan selaku BUMN di sektor gas bumi, PGN siap melaksanakan penugasan yang diamanatkan pemerintah.

"Komitmen kami adalah ketepatan waktu penyaluran gas ke konsumen sehingga akan terus mengawal proses pembangunan pipa gas bumi Duri-Dumai," kata Jobi di Kementerian ESDM, Senin (13/11/2017).

Proyek pembangunan pipa gas transmisi Duri-Dumai merupakan kerja sama BUMN antara PGN dengan PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Gas. Kerjasama ini merujuk pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 4975 K/12/MEM/2016.

Pada Juni lalu, kedua BUMN ini telah menandatangani Head of Agreement (HoA). Dari HoA tersebut, kedua belah pihak telah sepakat menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pembangunan Pipa Gas Bumi Ruas Duri-Dumai pada Jumat (10/11) lalu di Kementerian BUMN.

Dengan proses groundbreaking yang telah dilakukan pada November ini, PGN memperkirakan proses pembangunan akan memakan waktu sampai 11 bulan.

"Target kami akhir September 2018 bisa commisioning dan per 1 Oktober 2018 gas bumi sudah mengalir ke pelanggan PGN di Dumai," kata Jobi.

Jobi optimis proyek tak akan banyak kendala. Apalagi proses pembebasan lahan sudah hampir selesai karena pembangunan ruas pipa Duri-Dumai ini akan menggunakan lahan jalur tol Pekanbaru-Dumai.

"Kami bersinergi dengan PT Hutama Karya sebagai pihak yang membangun tol tersebut," imbuhnya.

Rencananya PGN dan Pertamina akan membangun pipa transmisi sepanjang 67 kilometer. Investasi yang bakal dikucurkan mencapai US$ 52 juta atau setara Rp702 Miliar (kurs Rp 13.500).

Dana pembangunan pipa bersumber dari kas internal masing-masing perusahaan. Sesuai porsi kepemilikan, PGN akan mendapat porsi 40 persen pada proyek tersebut, sementara Pertamina mendapat 60 persen.

Gas yang akan dialirkan ke pipa ini berasal dari Blok Corridor yang dikelola oleh ConocoPhilips di Sumatera Selatan. Selain itu, akan ada tambahan gas dari Blok Bentu yang dioperasikan oleh Energi Mega Persada (EMP).

Total pasokan gas yang akan mengalir ke jaringan pipa transmisi tersebut sekitar 200 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Gas tersebut akan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan industri di Riau, kebutuhan pelabuhan, industri petrokimia, dan kebutuhan operasional kilang Dumai Pertamina. (mcr)

BERITA LAINNYA
BSN Dukung Penerapan SNI Pelumas Bersifat Wajib
Selasa, 28 Februari 2017 | 10:47
Saudi Aramco Nyatakan Keinginan Garap Kilang Dumai
Senin, 26 Desember 2016 | 23:54
BERIKAN KOMENTAR
Top