• Home
  • Meranti
  • Ada Temuan Cacing, Sardin Kalengan Bantuan Pemkab Meranti Ditarik dan Diganti

Ada Temuan Cacing, Sardin Kalengan Bantuan Pemkab Meranti Ditarik dan Diganti

Kamis, 28 Mei 2020 | 19:54
Ket Foto: Temuan cacing di dalam Sardin kalengan.
MERANTI, RIAUGREEN.COM - Ikan Sarden kalengan yang ditemukan ada cacing didalam kemasan yang bermerek Makarel itu telah ditarik diganti. Ikan kalengan tersebut merupakan salah satu dari enam item di dalam paket sembako bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti. 

Ikan kalengan Makarel Saus Tomat tersebut diketahui bermerek
POH SUNG merupakan produk luar negeri yang dikemas oleh PT Sumber Karya Sejati, Kota Batam, Kepulauan Riau dengan nomor izin edar ML 543929001006. 

Dari informasi laman resmi, ikan kalengan merek POH SUNG tersebut  merupakan salah satu dari 27 produk ikan makarel kaleng yang direkomendasikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang sudah ditarik dari pasaran karena mengandung parasit.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB) Kepulauan Meranti, Agusyanto Bakar sebagai leading sektor dan koordinator pembagian Sembako yang dikonfirmasi mengakui jika ada dua kaleng yang bocor sehingga menyebabkan adanya temuan cacing tersebut.

"Dari laporan yang kita terima ada dua kaleng yang bocor, jadi makanya ada cacing," kata Agusyanto, Kamis (28/5/2020) sore kepada sejumlah wartawan.

Ketika ditanyakan terkait tidak adanya izin edar terhadap barang tersebut, Agusyanto mengakui jika ada kelalaian.

"Setelah ada temuan itu, kita tarik semua barangnya," ujarnya.

Sementara itu, kepala Koperasi Cahaya Indo Nusa selaku distributor, Joko Sucahyo mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui bahwa ikan kalengan tersebut tidak perbolehkan beredar dan dia juga telah menarik kembali ikan Sardin kalengan tersebut.

"Memang ada setelah kami cek terselit sekitar 75 kaleng. Jadi begini, dari produk tambahan yang diminta saat itu karena kekurangan jadi kami ambil dari distributor dan tak tau kalau ada yang diluar izin peredaran, tapi ini sudah kita tarik dari peredaran dan diganti dengan produk baru yang izinnya sudah ada dan sudah dibawa ke Desa Lukun barang gantian ini," jelasnya.

Atas keteledoran itu, Joko menyampaikan permohonan maaf dan berjanji kedepan akan lebih hati-hati lagi agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.

"Kami mohon maaf kepada masyarakat terutama penerima, ini juga jadi pelajaran bagi kami untuk lebih hati-hati lagi kedepannya agar hal seperti tidak terulang lagi," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Desa Lukun, Lukman saat dihubungi GoRiau.com, membenarkan adanya penemuan cacing tersebut didalam Sardin kalengan yang merupakan bantuan dari Pemkab Kepulauan Meranti.

"Iya betul, ada dua KK yang melaporkan  Sardinnya ada cacing, yang lain belum ada dan malah bagus. Mungkin kalengnya bocor, namun kita sudah suruh masyarakat semua mengeceknya. Dari 34 KK yang dibagikan cuma 2 KK saja yang bercacing, kemungkinan bocor halus," ujarnya.

Lukman juga membenarkan bahwa seluruh Sardin kalengan yang telah disalurkan ke masyarakatnya telah ditarik kembali dan digantikan dengan Sardin kalengan yang baru.

"Iya semuanya ditarik lagi, meski hanya dua kaleng yang rusak tapi semuanya diganti," ungkapnya.

Sementara itu, Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Kepulauan Meranti, Mulyono M Ikom mengatakan jika hal ini merupakan sebuah kesengajaan yang dilakukan pemerintah daerah.

"Ini bukan keteledoran tapi sengaja. Ini meracuni masyarakat namanya, sebaiknya jika barang yang sudah tidak ada izin edar jangan dimasukkan lagi, apalagi ditengah Covid-19 ini masyarakat butuh makanan yang sehat. Apalagi ini program pemerintah, bisa-bisa hilang kepercayaan masyarakat dan kepada oknum pengusaha yang sudah diberikan kepercayaan menjadi distributor sebaiknya bekerja dengan baik," pungkasnya. (usu)

Loading...
BERITA LAINNYA
RD2M Siap Bantu Masyarakat yang Butuh Darah
Senin, 29 Juni 2020 | 21:02
3T Segera Luncurkan Layanan WA Centre
Jumat, 26 Juni 2020 | 20:10
BERIKAN KOMENTAR
Top