• Home
  • Meranti
  • Enam Pelajar di Meranti Diamankan Satpol PP

Enam Pelajar di Meranti Diamankan Satpol PP

Senin, 04 November 2019 | 18:44
MERANTI, RIAUGREEN.COM - Sebanyak enam pelajar diamankan pihak Satuan Polisi Pamong Peraja (Satpol PP) karena kedapatan bolos sejak dari pagi. Pada Senin (4/11/2019).

Adapun enam pelajar itu dari dua sekolah yang berbeda duduk sambil minum kopi di kedai kopi jumbo Jalan Ahmad Yani, hal itu diketahui oleh Satpol PP saat pihaknya menerima aduan dari masyarakat bahwa beberapa pelajar itu duduk santai saat dijam sekolah bahkan sambil merokok.

Siswa dari dua sekolah itu tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) itu dari SMK 2 orang  dan SMAN 2 sebanyak 4 orang. adapun diantaranya berinisiyal FM, SH, MD, ED, dan dari SMK 2 pelajar berinisiyal HZ dan RA.

Kepala Satuan Polisi Pamong Peraja (Kasat) Helfandi SE.MSi melalui Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Masyarakat Masdiana mengatakan, setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat lalu ditanggap segera dengan mengirim tim dengan berpakaian biasa.

"Usai kami mendapat laporan langsung kami kirim 2 anggota untuk memastikan laporan tersebut dengan tidak berpakaian dinas supaya tidak diketahui oleh para pelajar yang bolos sekolah itu," ucap Masdiana

Lebih jauh dikatakan Masdiana lagi, tatkala utusan pihaknya memastikan hal tersebut ternyata positif, Kabid Perlindungan itu juga turun langsung bersama personilnya sebanyak 8 orang sehingga siswa-siswa itu dibawa ke kantor PP.

"Kami juga mengumpulkan barang bukti fisik berupa rokok dan henpond, lalu kami tanya mengapa tidak ke sekolah," kata Masdiana.

Kata Masdiana lagi, mereka beralasan tidak masuk sekolah karena sedang banyak tugas dan tidak menyukai salah satu mata pelajaran sehingga mereka bolos dan duduk ngopi sambil merokok.

"Hanya satu orang yang berpakaian lengkap dari SMK yang berinisiyal HZ dan teman-teman yang lainnya hanya menggunakan kaos biasa dan bercelana sekolah," ungkap Kabid itu.

Ungkap Kabid itu lagi, ia juga menelpon masing-masing guru beserta wali siswa itu, sehingga para guru dan orang tua wali juga mendatangi kantor PP untuk memenuhi panggilan dari pihak Satpol PP, sehingga saat proses berlangsung para guru dan orang tua wali itu juga mengetahuinya. Selain menelpon para masing-mading guru dan orang tua wali pihaknya juga menelpon Kadis Sosial Agusyanto Bakar, S.Sos, M.Si, sehingga kadis itu mengutuskan Wira Agustria dengan Tengku Widya.

"Kami juga memberi surat pernyataan dan surat pernyataan tersebut bersisi perjanjian untuk tidak mengulangi hhal serupa serta merekka bersedia menerima sanksi jika kedapatan sesuai perindanggan yang berlaku, ditandatangani dan langsung disaksikan oleh orang tua mereka dan pihak sekolah," bebernya lagi.

Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Junaida A.Md.AFM melalui Wira Agustria mengatakan, yang di melalui bagian tenaga advokasi pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, pihaknya akan adakan pembinaan selama tiga hari di kantor Dinsos dimulai dari besok hari Selsa (5 hingga 8/11/2019) mendatang.

"Setelah dari kantor PP tadi kami akan segera lakukan tindak lanjut kepada siswa yang bolos sekolah tersebut guna untuk dalam tahapan proses pembinaan," kata Wira.

Ditambahnya pula, proses selama tiga hari itu nanti ia akan memberi motivasi untuk harus semangat dalam belajar.

"Kita ketahui sebenarnya  mereka adalah generasi penerus jadi kami sangat peduli kepada mereka," tutup Wira. (usu)

Loading...
BERITA LAINNYA
Kades Mengkopot Tunaikan Janjinya
Rabu, 04 Desember 2019 | 22:13
Wujudkan Generasi Milenial Bebas Narkoba
Rabu, 04 Desember 2019 | 17:35
Pengurus Karang Taruna Desa Repan Resmi Dikukuhkan
Jumat, 29 November 2019 | 13:43
BERIKAN KOMENTAR
Top