• Home
  • Meranti
  • Dilanda Kemarau Panjang, Warga Minta Pemda Meranti Lakukan Sholat Istisqo Bersama

Dilanda Kemarau Panjang, Warga Minta Pemda Meranti Lakukan Sholat Istisqo Bersama

Senin, 25 Maret 2019 | 21:49
zulfahmi
Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim
MERANTI, RIAUGREEN.COM - Memasuki musim kemarau panjang, masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti mulai resah atas sulitnya mencari persediaan air bersih.

Untuk mengurai masalah tersebut, beberapa orang masyarakat daerah setempat mengusulkan kepada pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk melaksanakan Sholat Istisqo secara bersama.

Seperti dibeberkan oleh Imam Wahyudi salah seorang warga Kampung Baru, Selatpanjang Selatan, yang merasa resah karena sulit dalam mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan rumah tangganya sehari-hari.

"Musim kemarau seperti saat ini hal yang paling adalah persediaan air bersih  untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan itu sulit, karena sumur di rumah saya sudah kering. Seperti yang kita ketahui air menjadi elemen penting dalam menunjang segala aktivitas kebutuhan hidup sehari-hari," ujar Imam Wahyudi.

Imam juga mengatakan, belum lama ini sudah mulai hujan, tapi tidak merata. Untuk itu ia sangat brharap peran aktif dari pemerintah untuk segera mencari jalan keluarnya

"Harus cepat. Kalau perlu kita Sholat Istisqo secara bersama dan minta petunjuk kepada Yang Maha Kuasa," ujarnya

Hal senada juga disampaikan salah seorang warga Alah Air, Joko Sucahyo yang mengaku sulit mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu diperparah dengan tidak adanya persediaan air untuk kebutuhan pertanian, sehingga mengakibatkan gagal panen.

"kiranya nanti hal seperti ini bersama-sama kita cari solusi, salah satunya lakukan Sholat Istisqo papar Joko Sucahyo," ucap Joko.

Dikesempatan itu pula Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim, meminta masyarakat untuk tidak terlalu resah. Menurutnya Meranti saat ini belum masuki musim kemarau, melainkan masih musim pancaroba atau musim yang tidak menentu.

Ditekankannya melalaui data yang ia himpun melalui Perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) musim kemarau panjang terjadi pada Mei, Juni, Juli, bahkan sampai Oktober 2019 mendatang.

Menyikapi hal itu, ia meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk melakukan Sholat taubat secara umum. Selain itu ia juga meminta seluruh tempat maksiat agar ditutup.

"Yang jelas dari saya kita lakukan Sholat Taubat di Masjid-masjid secara umum. Tempat-tempat maksiat ditutup, lalu minta perlindungan pada Allah," ucap Said Hasyim.

Terpisah Ketua Umum Mui Kabupaten Kepulauan Meranti Mustafa S.Ag  MM menyampaikan bahwa sholat Istisqo mesti dilakukan kalau masyarakat benar-benar sangat sulit mendapatkan air.

"Ketika Istisqo dilaksanakan disertai dengan dzikir dan do'a, Istisqo juga dilakukan hendaknya dengan niat yang sama yakni, minta turunkan curah hujan kepada Allah," ucap Mustafa

Terakhir Ia menambah musibah apa yang terjadi itu diakibatkan ulah tangan-tangan manusia sendiri. "Karena boleh jadi hujan tertangguh akibat dosa-dosa manusia," ungkapnya.

Sementara itu M Edy Afrizal Kalaksa Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti saat dihubungi wartawan RiauGreen (25/03/2019) mengakui kondisi tersebut.

"Kita mengakui bahwa sulit mendapatkan air, selain dari air kolam Jalan Merdeka dan air laut, kita juga mengambil air-air sungai untuk digunakan pemadaman," tutur M Edy Afrizal.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat bahwa diawasi melakukan perun atau membakar sampah.

"Ada beberapa kasus kebakaran yang kami tangani berawal dari api perun, saya juga menghimbau agar masyarakat harus lebih berhati-hati, kalau membakar sampah-sampah rumah perlu dikontrol karena, khawatir hal serupa akan terjadi," kata M Edy Afrizal. (zul)

Loading...
BERITA LAINNYA
Pendaftaran Bujang Dara Meranti Telah Dibuka
Senin, 22 April 2019 | 17:17
BERIKAN KOMENTAR
Top