• Home
  • Meranti
  • Diduga Hamili Anak Tiri, Sang Ayah di Meranti Ini Diproses Kepolisian

Diduga Hamili Anak Tiri, Sang Ayah di Meranti Ini Diproses Kepolisian

Senin, 18 Maret 2019 | 16:17
MERANTI, RIAUGREEN.COM - Seorang anak perempuan di bawah umur hamil diduga akibat perbuatan ayahnya.

Tersangka Kad(50) warga Alahair, Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, kini telah diamankan pihak Polres Kepulauan Meranti atas dugaan perbuatan tercrla tersebut.

Atas dugaan perbuatannya, Kad hingga saat ini masih diproses dan ditahan dibalik jeruji besi atas dugaan Tindak Pidana Pasal 81 Ayat 1 Jo Pasal 81 Ayat Ayat 3 UU No. 17 Tahun 2016 perubahan UU No. 23 Tahun 2001 tentang Perlindungan Anak.

Korban bernama bunga (nama samaran), gadis berusia 15 tahun ini diduga menjadi pelampias syahwat seks ayah tirinya sejak umur 6 tahun. Kejadian ini diketahui Ibu korban melalui pacar baru dikenalinya satu bulan lalu yaitu YP.

"Ya kami kenal baru sekitar satu bulan lalu, baru saya kenal lansung saya melafaz rasa cinta saya ke bunga," tutur YP

Seiring waktu berjalan YP selaku pacarnya lansung komunikasi kepada ibu korban dan menbimcangkan terkait bunga sedang berbadan dua.

"Saat setelah saya kenal bunga, ke sikian kalinya kami berjalan malam Saya melihat bunga agak kurus dan matanya cekung tapi perutnya agak membesar, meski pada sebelumnya saya tidak prasan sangat hingga saya menduga si bunga hamil," papar YP

Kepada wartawan YP mengatakan hingga untuk membuktikan si bunga sedang berbadan dua, disampaikan kepada Ibu korban hingga akhirnya dibawa ke puskesmas Alah Air guna mengecek positif atau tidak

Setelah dicek ternyata hasil tersebut positif hamil sudah 6 bulan, padahal menurut keterangan Ibu korban pada malam besoknya si bunga dan YP akan segera dinikahkan,

"Kami berencana menikahkan bunga dengan YP selaku ponaan dari suami saya, tentang si bunga berbadan dua menurut bunga dan saya sampaikan ke YP laki-laki lain menghamili bunga yang dikenalinya lewat facebook, YP ikhlas menerimanya," ungkap WT

WT sebagai Ibu korban juga mengatakan, sangat menyesali kejadian tersebut hingga pada sabtu 16/03/2019 sekitar pukul 13.00 WIB dikediamannya didatangi aparat kepolisian salah satu utusan Dinsos Ibu Junaida Kasi perlidungan perempuan dan pengarustamaan gender karena, pihak keluarga meminta aparat dan Ibu Junaida tersebut di kediaman Neneknya

"Patutlah Ia slalu mengatakan kepada saya bahwa Ia slalu sakit perut, terkadang Ia mengikat dengan tali diperutnya sekuat-kuatnya," kata WT

Berdasarkan keterangan anaknya bahwa dirinya sudah tidak haid dari bulan Oktober 2018 sampai saat ini dan juga anaknya mengakui bahwa dirinya disetubuhi oleh ayah tirinya.

Hasil pantauan wartawan RiauGreen setelah dari kediaman Ramlah Nenek (62) kampung baru, lansung bergegas di kediaman WT untuk dibawa ke Mapolres untuk ditindaklanjuti.

Setibanya di Mapolres bunga didampingi Junaida untuk mencuba pelan-pelan bertanya kepada korban bahwa siapa pelaku kejadian itu.

"Sampai saat ini beliau sudah mau mengaku dan mengatakan bahawa pelakunya adalah sang ayah tiri (Kad)

Junaida juga menyampaikan kepada wartawan bahwa pengakuan hal tersebut membuat si bunga plong dan sudai mulai lapang.

Sore pukul 18.00 WIB beberpa polisi kemudian menjemput tersangka di kediamannya di jalan Alah Air, karena meski masih diduga pelaku sempat di pukul YP saat berada di Mapolres.

Terlihat dari pantauan wartawan, korban juga mendatangi pihak saksi bernama Mulia (9) dari Tj Balai Karimun famili bunga yang pernah satu rumah bersamanya

"Kami selalu nampak Om bedue dengan Kak bunga dikamar," ungkap Mulia dengan wajah traumanya.

Mulia juga sempat bertanya kepada yang bertugas bahwa sekarang Om Kad dimana, tapi oleh petugas yang melakukan introgasi menjawab Kad sekarang sudah dipenjara. Mendengar jawaban petugas barulah Mulia agak tenang meski introgasi itu Ia menundukkan kepalanya tanpa tatap muka kepada petugas saat introgasi berlansung.

"Kadang-kadang kami dipukul Om Kad kalau membangkangi ucapannya," kata Mulia.

Kejadian itu diketahui pada Minggu (10/3/2019) saat introgasi ke dua sekira pukul 15.00 WIB, di rumah pelapor berinisial WT (47) yang merupakan ibu korban, beralamat di Jalan Alahair, Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebing Tinggi, saat itu bunga memberitahukan bahwa dirinya sedang hamil.

Atas kejadian tersebut pelapor tidak menerima perbuatan yang dilakukan oleh Kad, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kepulauan Meranti guna untuk ditindak lanjut.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP La Ode Proyek SH, Senin (18/3/2019) membenarkan adanya penangkapan terhadap tersangka, sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP/27/III/2018/Riau/Res Kep.Meranti/SPKT, tgl 16 Maret 2019. Dugaan TP Persetubuhan anak dibawah umur.

"Tersangka telah diamankan di Mapolres Kepulauan Meranti untuk penyidikan lebih lanjut," ungkapnya. (zulfahmi)

Loading...
BERITA LAINNYA
Pendaftaran Bujang Dara Meranti Telah Dibuka
Senin, 22 April 2019 | 17:17
BERIKAN KOMENTAR
Top