• Home
  • Meranti
  • Polisi Panggil Empat Orang untuk Dimintai Keterangan Terkait Mancing Mania

Polisi Panggil Empat Orang untuk Dimintai Keterangan Terkait Mancing Mania

Kamis, 07 Februari 2019 | 10:35
foto drc
Kasat Reskrim Polres Meranti AKP Bambang Dewanto
SELATPANJANG.RIAUGREEN.COM - 4 (empat) orang dari Panitia Mancing Mania Nusantara 34 Provinsi di Perairan Selat Air Hitam hari ini dipanggil Polisi, Kamis (7/2/2019).

Hal ini diakui langsung oleh Kapolres Meranti AKBP La Ode Proyek SH melalui Kasat Reskrim Polres Meranti AKP Bambang Dewanto SH, Kamis pagi mengatakan setidaknya 4 orang dari panitia akan datang hari ini untuk dimintai keterangan.

"Masih dalam tahap penyelidikan dulu, kita mencari kepastian dari yang melapor apakah ada unsur pidana. Jika ada unsur pidana maka akan naik ke tahap selanjutnya," tutur Bambang Dewanto.

Selain daro itu, pihak pelapor membuat laporan pada tangal (01/02/2019)  kemren  dan kita sudah meminta keterangan baik yang bersangkutan mauoun saksi.

"Beberapa haro lalu kita sudah melayangkan surat panggilan, dan hari ini setidaknya ada 4 orang dari panitia datang ke Polres untuk diminta keterangannya," tegas Kasat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Fahri hanya bisa pasrah, hadiah Mobil Toyota Agya warna Kuning yang disiapkan oleh Panitia lomba Mancing Mania Nusantara 34 Propinsi di Selat Air Hitam Kepulauan Meranti sebagai hadiah utama yang akan dimilikinya menjadi angan-angan saja.

Panitia mendiskualifikasi hasil pertandingan tersebut setelah ada yang melaporkan ke panitia bahwa ikan yang didapat bukan hasil pancing, melainkan hasil jaring.

Padahal saat itu Fahri sudah mengakui bahwa ikan itu didapat dengan cara dipancing yang disaksikan langsung oleh teman satu perahu bersamanya, Selamat.

Bahkan dia sudah diangkat sumpah oleh panitia didepan khalayak ramai ketika akan menerima hadiah untuk memastikan tentang kebenaran pemenang hasil lomba pancing saat itu.

"Saya yang melihat langsung Fahri yang dapat ikan itu, karena posisi saya waktu itu berada tepat di belakang sampan dia. Jika ada panitia yang tidak mengakui itu hasil pancing, itu salah. Karena waktu itu panitia yang berada di laut sudah menerima dan ikan itu sudah ditimbang ditempat," kata Selamat selaku teman Fahri, kepada wartawan, Selasa (29/1/2019) siang.

Selain itu kata Selamat, yang menjadi kecurigaan panitia adalah ikan ketika akan diambil dalam kondisi sudah mati. Namun Selamat menepis dugaan itu, dia mengatakan panitia lambat menjemput ikan itu, satu jam setelah ikan itu didapat.

"Lokasi tempat Fahri mendapat ikan itu  di depan Pos Pol Air, Tanjung Motong. Waktu itu kami telpon panitia tidak ada jawaban, setelah satu jam baru panitia datang, dan ikan sudah dalam kondisi lemah," ungkap Selamat.

Yang menjadi kategori pemenang lomba adalah peserta yang mendapatkan ikan bersisik terberat. Fahri sendiri sudah menjawab tantangan itu, dimana pada pukul 10:00 WIB, 2 jam setelah waktu lomba memancing dimulai, mata pancingnya disambar Ikan Kurau sebesar 8 Kg. Sampai masa akhir pertandingan tidak ada lagi peserta yang mendapatkan ikan sesuai kategori pemenang selain Fahri.

Setelah menerima kunci mobil secara simbolis, kebahagiaan Fahri langsung sirna, pasalnya ada beberapa oknum panitia membawanya ke Hotel Grand Meranti di Jalan Kartini, Selatpanjang untuk membicarakan sesuatu terkait hadiah.

Sesampainya disana, tanpa didampingi teman, Fahri mengaku di interogasi dan dituduh berbuat curang bahwa ikan itu bukan hasil pancing melainkan hasil jaring. Dan jika tidak mengaku maka dia diancam akan dipolisikan.

Dengan perasaan takut dan terpaksa, akhirnya dia mengaku dan oleh panitia dia diberi uang Rp.5 juta sebagai pengganti. Selain itu Fahri ternyata diketahui mengalami Tunagrahita. (zulfahmi)

Loading...
BERITA LAINNYA
KPU Meranti Ajak Media Massa Sukseskan Pemilu
Jumat, 08 Februari 2019 | 14:45
BERIKAN KOMENTAR
Top