• Home
  • Meranti
  • LAM Meranti Tidak Pernah Dilibatkan Soal Mancing Mania, Sehingga Menjadi Polimik

LAM Meranti Tidak Pernah Dilibatkan Soal Mancing Mania, Sehingga Menjadi Polimik

Selasa, 05 Februari 2019 | 11:27
SELATPANJANG, RIAUGREEN.COM - Ketua Lembaga Adat Melayu Meranti (LAM) Kabupaten Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin, menegaskan bahwa LAM tidak pernah dilibatkan oleh  panitia lomba Mancing Mania Nusantara 34 Propinsi di Selat Air Hitam, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

"Mulai dari persiapan, pelaksanaan sampai pembagian hadiah LAM tidak dilibatkan sama sekali dan pihak LMB selaku pihak penyelenggara tidak pernah berkoordinasi tentang pelaksanaan," ujar Muzamil dalam Konferensi Pers yang berlangsung di ruang rapat kantor DPRD Kepulauan Meranti, Senin (4/2/2019) siang.

Setelah itu ketua LAM Kepulauan Meranti, saat Konferensi Pers tersebut juga dihadiri Sekretaris Umum Majelis Kerapatan Adat, Sudandri Jauzah dan Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Harian Adat, Abdullah.

Menurut keterangan Muzamil pula, kegiatan yang dilaksanakan Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kepulauan Meranti itu juga tidak pernah melibatkan secara institusi maupun pribadi.

"LAMR secara institusi maupun secara pribadi tidak terlibat sama sekali dalam helat tersebut," ujar Muzamil lagi.

Persoalan hadiah lomba mancing yang sempat menjadi perbincangan hangat ditengah-tengah masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti berbuntut panjang hingga ke ranah hukum.

Jumat (1/2/2019) siang, Safari alias Fahri (pemenang lomba mancing)  didampingi Pj Kades Batang Meranti Zaujar, tokoh masyarakat Sudandri Jauzah dan Kapolsek Tebingtinggi Barat Iptu B Purba SH, serta beberapa rekan lainnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kepulauan Meranti.

Kasus ini berawal dari panitia yang mendiskualifikasi hasil pertandingan setelah ada yang melaporkan ke panitia bahwa ikan yang didapat oleh pemenang bukan hasil pancing, melainkan hasil jaring. (zulfahmi)

Loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top