• Home
  • Meranti
  • Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Diserahkan ke Kejari Meranti

Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Diserahkan ke Kejari Meranti

Senin, 14 Januari 2019 | 20:36
MERANTI, RIAUGREEN.COM - Sat Reskrim Polres Meranti Serahkan Tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) Perkara Tindak Pidana Korupsi kepada Kejari Meranti. 

"Penyerahan tersangka dan Barang bukti itu diterima langsung oleh Kasi Pidsus Kejari Meranti pada Senin tanggal 14 Januari 2019 sekira pukul 12.00 WIB,"  Kapolres Meranti AKBP La Ode Proyek SH melalui Kasat Reskrim Polres Meranti AKP Y. E Bambang Dewanto SH, Senin, (14/01/2019). 

Dijelaskan Bambang, Kasus tindak pidana Korupsi atau penyalahgunaan wewenang dalam jabatan itu terjadi sekitar bulan Juli sampai bulan Desember 2016 di Kec Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. 

Dikatakan Bambang dengan dasar Laporan Polisi Nomor : LP/17/III/2018/RIAU/RES KEP. MERANTI/SPKT, Tanggal 05 Maret 2018.

Laporan Polisi Nomor : LP/94/XI/2018/RIAU/RES KEP. MERANTI/SPKT, Tanggal 16 November 2018.

Selain itu sesuai dengan - Surat Kejari Kepulauan Meranti Nomor : B-962/ N.4.14 / Ft.1 / 12 / 2018, tanggal 18 Desember 2018. Perihal hasil penyidikan Perkara Pidana an. MM sudah lengkap lengkap(P-21). 
-Surat Kejari Kepulauan Meranti Nomor : B-961/ N.4.14 / Ft.1 / 12 / 2018, tanggal 18 Desember 2018. Perihal hasil penyidikan Perkara Pidana an. W sudah lengkap (P-21).

"Tersangka Inisial MM (41) kepala desa, warga jalan Ahmad Yani RT 002 / RW 006 Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang dengan W (31) (Bendahara Desa) warga jalan Parit Gantung II RT 004 / RW 006 Desa Citra Damai, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti," ujarnya. 

Dikatakan lelaki berangkat 3 Balok Kuning itu, Mereka (Tersangka, red) melanggar Pasal 2 Jo Pasal 3 Undang - undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dengan Undang - undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

"Penyerahan itu dilaksanakan di kantor Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti.  Dan dari hasil penghitungan BPKP kerugian negara Rp. 279.860.854," tambah nya. (rlc)

Loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top