Kisah Bayi Mungil Lahir di Perdesaan di Meranti

Mobil Ambulance Gantikan Gerobak Motor

Laporan: Gunawan
Senin, 24 Desember 2018 | 21:39
CAPTION: Ratna saat dirujuk ke RSUD Selatpanjang dengan menggunakan Gerobak yang ditarik Sepeda Motor.
Delapan tahun sudah berlalu, gadis kecil itu tampak asik bermain bersama teman sebayanya. Namun siapa yang tau kisah perjalanan hidupnya sangat menyayat hati.

Anak pertama Ratna, warga Dusun Tunas Maju, Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti itu pasti tidak bisa membayangkan betapa sulit ibunya waktu itu melakukan persalinan hingga dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selatpanjang lantaran fasilitas kesehatan di desanya waktu itu sangat minim.

Selain fasilitas kesehatan, akses jalan waktu itu untuk dilalui Mobil Ambulance sangat tidak memungkinkan. Akhirnya Ratna dirujuk ke Selatpanjang menggunakan Gerobak yang ditarik Sepeda Motor.

"Waktu itu saya sudah pasrah, bertaruh nyawa karena kondisi saya yang tidak memungkinkan ditambah getaran yang menghentak-hentak badan ketika saya berada didalam gerobak," tutur Ratna.

Empat tahun berselang. Walau sedikit trauma, rupanya Ratna tidak takut untuk menambah keturunan lagi. Anak keduanya lahir dengan selamat di Puskesmas terdekat, dimana fasilitas sudah lengkap. Hal itu pula didukung oleh akses jalan yang bagus.

"Anak kedua saya lahir tahun 2017, anak pertama lahir tahun 2013. Perbedaannya yang pertama saya dirujuk ke Selatpanjang dengan gerobak. Sedangkan yang kedua saya hanya dirujuk di Kedabu Rapat menggunakan Mobil Ambulance," ujar Ratna sambil tersenyum mengingat masa lalunya.

Fasilitas Kesehatan Semakin Meningkat 

Seiring waktu berjalan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti terus berbenah untuk memperbaiki fasilitas kesehatan.

Setiap tahunnya Pemkab mengalokasikan anggaran cukup besar untuk bidang kesehatan, baik itu untuk pembangunan, perbaikan dan penyediaan fasilitas-fasilitas kesehatan yang sangat representatif seperti Puskesmas yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat.

Dana pembangunan Puskesmas ini menggunakan APBD Kepulauan Meranti dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Tidak tanggung tanggung dana pembangunan dan rehabilitasi seluruh Puskesmas yang ada di beberapa kecamatan yang dibangun rentang 2014 - 2018 mencapai Rp.19,151 511 000 miliar.

Selain Puskesmas, Pemkab Kepulauan Meranti juga membangun fasilitas kesehatan di perdesaan. Rentang Tahun 2015 - 2016 sudah 15 Unit Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang telah dibangun. Selain itu penambahan SDM Tenaga Medis, baik itu dokter maupun perawat juga terus dilakukan.

Puskesmas yang dibangun berdiri layaknya rumah sakit yang tergolong lengkap mulai dari ruang rawat inap, ruang bersalin, apotek dengan tenaga perawat bidang dan dokter umum, serta lengkap dengan rumah dinas.

Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan Nasir MSi, mengatakan pembangunan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas ini merupakan satu dari sekian pembangunan infrastruktur yang diprioritaskan.

"Fasilitas kesehatan yang dibangun agar pelayanan kesehatan semakin baik serta masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, sehinga kesehatan masyarakat menjadi terjamin," kata Irwan.

Bupati menambahkan pelayanan di sektor kesehatan semakin hari harus semakin baik. Apalagi dari laporan yang diterima, kunjungan masyarakat untuk berobat di Puskesmas cukup tinggi.

"Kita semua harus punya tekad untuk terus memperbaiki layanan kesehatan," ujarnya.

Adapun rincian pembangunan Puskesmas di setiap kecamatan itu antara lain penambahan gedung untuk Ruang Puskesmas Alai yang bersumber dari dana DAK Tahun 2018 sebesar Rp 2.396.145.000, rehab gedung Puskesmas Alahair yang bersumber dari APBD 2018 sebesar Rp 3.357.893.000, penambahan gedung untuk Ruang Puskesmas Tanjung Samak  yang bersumber dari dana DAK Informasi tahun 2017 sebesar Rp 5.897.473.000,00, pembangunan Puskesmas Anak Setatah yang bersumber dari APBD tahun 2016 sebesar Rp. 2.900.000.000,00, dan pembangunan Puskesmas Sungai Tohor yang menggunakan APBD 2014 sebesar Rp. 2.900.000.000 serta penyelesaian pembangunan Puskesmas Sungai Tohor yang menggunakan APBD 2016 sebesar  Rp. 1.700.000.000.

Tahun 2019 mendatang, Pemkab Kepulauan Meranti kembali membangun Puskesmas Rawat Inap di Kecamatan Rangsang Pesisir.

"Insha Allah, tahun depan kita akan kembali membangun Puskemas Rawat Inap di Kedabu Rapat, anggaran sudah disiapkan sebesar Rp. 8,5 miliar," kata Bupati Irwan.

Fasilitas Kesehatan RSUD Semakin Mutakhir

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti kini menjadi lebih lengkap dengan berbagai peralatan medis setelah mendapat bantuan alat CT Scan juga alat rontgen general DR X Ray, Histerectomi set, Laparotomi set dan instrument lainnya. Jumlah keseluruhan dari bantuan instrumen kesehatan yang diresmikan itu sebesar Rp.10 Miliar.

Pemakaian alat bantuan ini diresmikan langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir di RSUD Kepulauan Meranti, Rabu (19/12/2018).

"Apa yang kita lakukan hari ini adalah perwujudan Visi dan Misi Kabupaten Meranti, secara singkat saya simpulkan bagaimana membuat masyarakat Meranti itu badannya sehat, otaknya pintar, duitnya banyak, iman dan takwanya terus meningkat," ungkapnya.

Irwan berharap dengan bertambahnya fasilitas ini, kesehatan masyarakat juga semakin meningkat di Kabupaten Meranti.

Alat CT Scan ini merupakan yang pertama di Kepulauan Meranti. Hal ini menguntungkan bagi masyarakat, mengingat banyak masyarakat Kepulauan Meranti saat ini melakukan rujukan ke rumah sakit di Pekanbaru untuk melakukan CT Scan.

"Ini akan bisa membantu masyarakat untuk menjaga kesehatannya, dan untuk mengurangi pasien yang dirujuk keluar daerah, karena pasien yang dirujuk keluar daerah mereka tentu mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk itu," ungkapnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kepulauan Meranti Fauzi Hasan SE, mengapresiasi keberhasilan pembangunan dibidang kesehatan yang dilakukan Pemkab Kepulauan Meranti. Menurutnya ini suatu program yang merealisasikan keinginan seluruh masyarakat Kepulauan Meranti. 

"Kita membangun harus untuk kepentingan umum, bukan kepentingan kita pribadi, jadi menurut saya pembangunan dibidang kesehatan ini sudah sangat baik. Memang saat ini sudah banyak kemajuan Kepulauan Meranti bahkan prestasi di sejumlah bidang telah melampaui pencapaian daerah lain. Tetapi kita masih harus tetap fokus dan bersinergi untuk bisa membangun dan berbuat lebih baik lagi kedepannya dalam upaya mensejahterakan masyarakat," ungkap Fauzi Hasan.**


Loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top