• Home
  • Meranti
  • Ribuan Warga Meranti Ikut Aksi Bela Kalimah Tauhid

Ribuan Warga Meranti Ikut Aksi Bela Kalimah Tauhid

Minggu, 04 November 2018 | 12:57
CAPTION: Saat berlangsungnya aksi Bela Kalimah Tauhid di Kota Selatpanjang, Minggu (4/11/2018)
MERANTI, RIAUGREEN.COM - Ribuan warga Selatpanjang di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, yang digagas oleh Aliansi Masyarakat Muslim Meranti, menggelar Aksi Bela Kalimah Tauhid, Minggu (4/11/2018).

Aksi dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, dengan titik kumpul bertempat di Masjid Agung Darul Ulum, Jalan Siak, Selatpanjang.

Sebelum dimulainya pawai yang diikuti sekitar lebih dari 3000 orang, Aksi Bela Kalimah Tauhid itu juga diawali dengan pembacaan Ayat Suci Alquran dan doa bersama oleh Ustadz Mustafa.

Sebelumnya, ketua panitia Ustadz H Fauzi SAg, menghimbau agar peserta yang mengikuti aksi bela kalimah tauhid tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis dan sebagainya.

"Mari sama-sama kita jaga kekompakan agar aksi bela kalimah tauhid ini dapat berjalan dengan aman, lancar dan tertib," ajak Ustadz Fauzi.

Selanjutnya, Asisten II Sekdakab Meranti Syamsuddin SH MH, menghimbau kepada seluruh peserta pawai untuk tetap menjaga kondusifitas daerah.

"Kita selaku Pemerintah Daerah menghimbau kepada masyarakat agar jangan terjadi tindakan anarkis dengan tetap menjaga kondusifitas daerah," ujar Asisten II Sekdakab. Meranti Syamsuddin SH MH.

Ditambahkan Syamsuddin, ia melihat aksi 'Bela Kalimah Tauhid' yang diprakarsai oleh Aliansi Masyarakat Meranti, adalah aksi murni dan tidak ada unsur politik untuk itu ia berharap aksi tersebut tetap konsisten murni untuk membela kalimah tauhid.

"Kita berharap aksi ini tidak ada unsur politik seperti yang dikatakan panitia, dan kita tambahkan juga jangan sampai terjadi tindakan anarkis yang merugikan," jelasnya lagi.

Ditegaskan Asisten II Sekdakab Meranti, selama aksi yang dilaksanakan oleh Aliansi Masyarakat Muslim Meranti, konsisten untuk membela 'Kalimah Tauhid' bebas dari unsur anarkis dan politik, tidak boleh dibatasi atau dihalang-halangi karena aksi itu dilindungi oleh hukum yakni UU No. 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Memberikan Pendapat di Muka Umum.

"Dan kita dari Pemda Meranti hanya bisa mengeluarkan himbauan untuk tetap menjaga kondusifitas daerah, apalagi aksi yang dilakukan menggunakan kendaraan bermotor mengintari jalan protokol, kita minta jaga ketertiban dan keamanan lalu lintas jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan apalagi sampai kecelakaan dan lainnya," tambah Syamsuddin.

Loading...
Usai dilepas oleh panitia, ribuan warga itu langsung bergerak dari Jalan Siak menuju Jalan Diponegoro-Handayani-Rintis-Alahair dan seterusnya menuju Jalan Gogok Darussalam- Alai, kemudian berhenti sejenak di Masjid Arrahman Alai, dan dilanjutkan lagi kembali ke Jalan protokol menuju kota Selatpanjang. 

Seperti ditegaskan panitia dan dari pantauan media, aksi tersebut berjalan dengan aman dan damai serta tertib, tidak ada sedikitpun aksi anarkis apalagi ditenggarai unsur politik. (red/gun)

Loading...
BERITA LAINNYA
Diduga Layani LGBT, Salon Ana Digrebek Massa
Sabtu, 17 November 2018 | 15:48
BERIKAN KOMENTAR
Top