• Home
  • Meranti
  • Alumni SMPN 4 Peranggas Angkatan 1979-1997 Adakan Reuni Akbar

Alumni SMPN 4 Peranggas Angkatan 1979-1997 Adakan Reuni Akbar

Minggu, 21 Oktober 2018 | 21:47
MERANTI, RIAUGREEN.COM - Alumni SMPN 4 Peranggas, Kecamatan Rangsang Barat angkatan tahun 1979-1997 mengadakan reuni akbar. Acara temu kangen sesama alumni itu diadakan di Halaman SMPN 4 Peranggas, Sabtu (20/10/2018).

Ketua Pelaksana, Sopandi SSos menyebutkan, reuni akbar tersebut dilaksanakan kali pertama untuk mempererat tali silaturahmi para alumni yang kian lama tidak bertemu. Reuni ini menemukan beberapa orang-orang hebat atau sukses yang pernah mengenyam pendidikan di SMPN 4 Peranggas.

"Ini merupakan silaturahmi yang banyak memberikan faedah. Sebab beberapa alumni yang hadir banyak yang menjadi orang sukses," ujar Sopandi.

Mereka diantaranya, lanjut Sopandi, ada yang menjadi pejabat daerah, pengusaha, dan lain-lain. Bahkan dihadiri semua guru dan mantan guru yang pernah mengajar para alumni pada waktu silam.

Seperti Drs H Jefridin, kata Sopandi, yang merupakan Sekretaris Kota Batam, Trijon Suardi Staf Pegawai bagian Pemerintahan di Bagan Siapi-Siapi, Drs Tengku Arifin Sekretaris Dinas PUPR Kepulauan Meranti. Kemudian Ruslan Husin, pengusaha asal Kota Pekanbaru, Handi Hamzah pengusaha asal Jakarta.

"Masih banyak lagi alumni yang berkiprah dalam karirnya didalam dan diluar daerah. Jadi momen ini sangat memotivasi siswa agar semangat dalam mengenyam pendidikan untuk menggapai impiannya," ungkap pria yang juga Ketua Sanggar Bathin Galang itu.

Dalam kesempatan ini, Sekretaris Kota Batam, Drs Jefridin yang mengakui baru pertama kali menginjak tanah SMPN 4 Peranggas sejak tahun 1986. Selama ia mengenyam pendidikan di sekolah tersebut, banyak sekali kenangan yang tersirat setelah berjumpa alumninya.

Terutama kepada guru-guru yang telah lama mengabdi di SMPN 4 Peranggas. Ia sangat berterimakasih berkat ilmu yang diberikan hingga sekarang menjadi orang penting dalam pemerintahan.

"Kami bisa seperti ini berkat tunjuk ajar mereka (guru, red). Ilmu yang bapak berikan selalu mengalir," katanya sembari mengenang waktu sekolah dulu yang berbeda jauh pada saat ini.

Sedikit cerita tempo dulu waktu masih sekolah, Jefridin sejak dari SMP hingga perguruan tinggi tidak pernah dibiayai oleh orangtuanya. Karena tidak ingin membebani orangtua, dia lebih berusaha mencari biaya sekolah sendiri mulai dari hasil mencari kayu teki, hingga menjadi tukang ojek.

"Jangan bilang tidak ada duit, jadi tidak sekolah. Dulu akses sekolah ini masih tanah dan berdebu,saya terus semangat untuk menuju sekolah. Absen saja tidak pernah, hujan dan sakit sedikit saya tetap sekolah," kenang dia, sambil memberikan motivasi kepada siswa.

Setitik cerita yang ia ceritakan itu, agar bisa menjadi suntikan semangat siswa saat ini. Kedepannya apa yang dicita-citakan siswa menjadi kenyataan tanpa angan belaka.

"Ini patut kita syukuri. Suntikan motivasi ini dalam menggapai mimpi dengan visi misi perlu semangat dan pengorbanan. Jadi adek-adek jangan patah semangat bersekolah tanpa materi. Orangtua hanya terus mendoakan," ucap Jefridin.

Loading...
Reuni akbar tersebut juga disemarakkan dengan kegiatan seni tari dari Sanggar Bathin Galang dan pencak silat dari SMPN 1 Rangsang Barat, Kepulauan Meranti. Tak lupa penyerahan cinderamata dari alumni angkatan atahun 1979-1997 untuk guru SMPN 4 Peranggas.(rls/gun)

BERITA LAINNYA
Masjid Al-Jannah Desa Tanah Merah Diresmikan
Jumat, 09 November 2018 | 19:11
BERIKAN KOMENTAR
Top