• Home
  • Meranti
  • Merasa Tidak Nyaman, Anggota DPRD Meranti Ini Polisikan Netizen

Merasa Tidak Nyaman, Anggota DPRD Meranti Ini Polisikan Netizen

Rabu, 15 Agustus 2018 | 16:59
MERANTI, RIAUGREEN.COM - Merasa tidak nyaman atas komentar salah seorang netizen yang menyebutkan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) pasti memilih pasangan Jokowi- Maaruf, kecuali NU itu sendiri murtad. Maka salah seorang anggota DPRD Kepulauan Meranti, DR M Tartib Muhyidin melaporkan ke aparat kepolisian.

Hal itu berawal dari akun yang bernama Acan Tracker mengomentari status yang dibuat oleh seorang anggota DPRD Kepulauan Meranti, DR M Tartib Muhyidin. Dimana politisi Gerindra itu menuliskan jika hari ini digelar Pemilu, siapa pemenang antara Jokowi dan Prabowo, namun akun yang bernama Acan Tracker menulis komentar tidak sesuai dengan tema yang dibahas, dia malah menulis warga NU pasti memilih Jokowi- Maaruf, kecuali NU itu sendiri sudah murtad.

Hal itu pun mengundang reaksi keras dari beberapa netizen, termasuk M Tartib, merasa tidak nyaman, anggota komisi II DPRD Kepulauan Meranti ini pun melaporkan akun yang menyebarkan isu SARA tersebut ke Reskrim Polres Kepulauan Meranti.

"Saya sudah melaporkan akun Acan Tracker yang diketahui sebagai warga Pasir Pengaraian, Rokan Hulu ke Reskrim Kepulauan Meranti atas prilaku yang tidak menyenangkan yang menyebar isu SARA. Saya merasa terganggu dengan komentarnya di wall media sosial saya," kata Dr M Tartib Muhyidin, Rabu (15/8/2018).

Menurut M Tartib, tidak sepantasnya sesama anak bangsa, apalagi sama sama warga NU, saling melempar kebencian hanya karena memiliki perbedaan pendapat dan dukungan.

"NU itu ormas, bukan partai politik bukan juga agama, jadi jangan pernah mengait ngaitkan hal yang sangat sensitif dan berbau SARA ini, karena ini sangat melukai hati saya yang juga sebagai bagian dari NU," kata Tartib lagi.

Kendati akun Acan Tracker sudah menghapus postingan dan meminta maaf secara pribadi, namun M Tartib tetap melaporkannya ke pihak berwajib.

"Yang bersangkutan sudah menghapus postingannya karena diserang oleh netizen lain, tapi beruntung sudah saya Screen Capture. Dia juga sudah meminta maaf secara terbuka, namun proses hukum tetap berjalan agar kedepannya menjadi sebuah pembelajaran," ungkap Tartib

Untuk melengkapi persyaratan sebagai bahan penyidikan, mantan Ketua Anshor Kepulauan Meranti itu diminta oleh pihak Reskrim Polres Kepulauan Meranti untuk membuat pernyataan tertulis dan melampirkan barang bukti.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti AKP Yohanes Emanuel Bambang Dewanto SH mengaku sudah menerima aduan tersebut, namun yang bersangkutan diminta untuk melengkapi berkas untuk proses penyidikan.

"Kami sudah meminta berkas seperti laporan tertulis dan barang bukti, karena disini tim IT nya belum ada, maka kasus ini akan dilimpahkan ke Polda," kata Yohanes. (red/gun)
Loading...

BERITA LAINNYA
Sekda Meranti Pimpin Rakor Tim Saber Pungli
Jumat, 21 September 2018 | 12:54
Sekda Meranti Buka Rakor ULP se Provinsi Riau
Kamis, 20 September 2018 | 15:35
Miliki Narkoba, Acing Disikat Polisi
Rabu, 19 September 2018 | 13:19
BERIKAN KOMENTAR
Top