• Home
  • Meranti
  • Di Meranti, Shabu Senilai Ratusan Juta Diblender

Di Meranti, Shabu Senilai Ratusan Juta Diblender

Senin, 06 Agustus 2018 | 15:25
KET FOTO: Saat berlangsungnya pemusnahan di Mapolres Kepulauan Meranti, Senin (6/8/2018)
MERANTI, RIAUGREEN.COM -  Polres Kepulauan Meranti melakukan pemusnahan barang bukti berupa narkotika jenis Shabu-shabu seberat 114.8 gram atau senilai 100 juta dimusnahkan dengan cara diblender.

Pemusnahan barang bukti dari kedua tersangka AH dan AP kasus di bulan lalu itu dilakukan di Mapolres Kepulauan Meranti, Senin (6/8/2018) pagi.

Tampak hadir, Wakapolres Meranti Kompol Irmadison SH, Kajari Kepulauan Meranti Budi Raharjo SH MH, Kepala Dinas kesehatan Dr. Ruswita, Ketua MUI Mustafa SAg,

Polres Meranti juga menghadirkan tersangka AH dan AP yakni dua warga Tionghua diamankan Satres Narkoba Lolres Meranti di sebuah ruko Jalan Siak di Selatpanjang beberap bulan lalu.

"Kita lakukan, ekpos peres rilis hasil dari kinerja Satresnarkoba Polres Meranti dan ini sebagai tindak lanjut untuk diserahkan kepada jaksa penuntut umum, dengan barang bukti narkotika 114.8 gram atau nilainya ratusan juta," ungkap Wakapolres Meranti Kompol Irmadison SH.

Mantan Kabag Ops Polres Rohul ini juga menjelaskan dalam melaksakan tindak lanjut aturan sesuai SOP dalam penanganan narkoba sebagian berhak dimusnahkan dan sebagian di limpahkan di pengadilan.

"Kita sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam memberantas narkoba di wilayah hukum Polres Meranti dan mendukung Polres Meranti dalam penegakan hukum," ungkap Kompol Iramdison SH.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Kepulauan Meranti Iptu Darmanto SH menjelaskan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan tersangka telah lama menjadi target pihak kepolisian terkait penyalahgunaan narkoba.

"Dalam hal penanganan narkoba kita telah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat dari penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti, dan rata- rata penguna pria dewasa," jelas Iptu Darmanto SH.

Kata Darmanto pula, peranan dan informasi masyarakat sangat di butuhkan, dan teknik informasi juga perlu, sementara itu dijelaskan, dalam  sementer I kasus narkoba ada 22 kasus dengan 33 tersangka dan Semester II ada 21 kasus dengan 44 tersangka.

Selanjutnya, Kasat Narkoba juga menjelaskan adapun hambatan dalam memberantas narkoba, sanggat sulit , karena kekurangan satgas narkoba terutama Meranti merupakan daerah pulau terluar,
sehingga barang haram muda masuk ke Meranti.

"Yang kita butuhkan tranportasi dan penambahan 30 orang personil, kita ada 9 orang dalam menangani dan Tim IT tidak ada disini, Tim kita di Polda Riau, sehingga lambat mengesan pelaku penyalahgunaan narkoba," ungkap Darmanto. (red/gun)
Loading...

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top